Simpang Lima Semarang: Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Penuh Harmoni dan Donasi

- Rabu, 31 Desember 2025 | 21:54 WIB
Simpang Lima Semarang: Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Penuh Harmoni dan Donasi

Lapangan Pancasila di Simpang Lima Semarang malam ini riuh. Ribuan orang sudah memadati kawasan itu sejak sore, bersiap menyambut tahun baru 2026. Meski tak ada dentuman kembang api yang biasa mewarnai langit, suasana riang tetap terasa. Pemerintah kota memilih menggelar sederet acara hiburan lain sebagai pengganti.

Dari pantauan langsung, sebuah panggung megah berdiri kokoh. Masyarakat yang datang terlihat santai, banyak yang duduk lesehan di atas tikar yang mereka bawa sendiri. Suasana seperti ini yang bikin hangat. Ada keluarga lengkap, ada juga kelompok anak muda yang asyik mencoba wahana becak hias atau sekadar berburu jajanan di stan-stan kuliner yang berjejer.

Lalu lintas di sekitarnya memang padat. Tapi petugas dari Dishub dan kepolisian terlihat sigap mengatur arus kendaraan agar tak macet total.

Acara bertajuk "Harmoni Kebersamaan" ini digelar Pemkot Semarang dengan konsep yang sedikit berbeda. Selain doa bersama lintas agama, ada juga penggalangan donasi untuk korban musibah di Sumatera. Baru setelah itu, panggung diisi oleh konser musik.

Nama-nama seperti DJ Marco, Rexio Band, hingga pesinden papan atas Niken Salindri menghibur penonton.

Widi Astari (35), warga Grobogan, sengaja datang bersama suami dan kedua anaknya. Perjalanan satu jam mereka tempuh demi merasakan keramaian ini.

"Iya, sengaja ke sini soalnya lebih ramai. Ada banyak artisnya, ada Mbak Niken saya fans beliau," ujar Widi, Rabu (31/12).

Baginya, tidak adanya kembang api bukan masalah. Malah, ia merasa ini lebih tepat.

"Nggak apa-apa nggak ada kembang api, soalnya kan lagi banyak musibah. Saya ke sini selain nonton, ya mau nyumbang juga," ungkapnya.

Perasaan serupa diungkapkan Wisnu (40), warga Ungaran yang sudah rutin merayakan tahun baru di Semarang.

"Memang ada yang kurang sih kalau nggak ada kembang api. Tapi ini kan bentuk kepedulian kita. Solidaritas untuk saudara-saudara yang kena musibah banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar," kata Wisnu.

Jadi, malam itu di Simpang Lima bukan tentang kemeriahan yang meledak-ledak. Lebih pada kebersamaan yang hangat, dan sedikit rasa peduli yang dibagikan untuk mereka yang sedang berduka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar