Rabu (31/12) siang, suasana di Kantor Pos Cikini cukup ramai. Di tengah keriuhan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, tampak memantau langsung proses penyaluran BLTS. Ia didampingi oleh Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris. Intinya, Gus Ipul menegaskan bahwa program Bantuan Langsung Tunai Sementara ini akan terus mengalir hingga tengah malam nanti, tepat pukul 24.00. Tak terkecuali untuk wilayah-wilayah yang sedang berduka akibat bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kerjanya terus, bahkan di hari libur sekalipun. PT Pos sudah berupaya maksimal selama dua bulan terakhir ini,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, penyaluran akan berlangsung tanpa henti sampai batas waktu yang ditetapkan.
Data terbaru menunjukkan, penerima manfaat yang sudah terverifikasi mencapai lebih dari 33 juta keluarga. Angka yang tidak kecil. Penyalurannya sendiri dilakukan secara bertahap, dengan dua mitra utama: Himpunan Bank Negara (Himbara) dan tentu saja, PT Pos Indonesia.
“Lewat PT Pos itu sekitar 18 juta keluarga. Sisanya, kurang lebih 17 juta, disalurkan via Himbara,” jelas Gus Ipul.
Di sisi lain, ia tak lupa memberikan apresiasi khusus pada PT Pos. Di tengah kondisi sulit pascabencana, perusahaan pelat merah ini tetap menjalankan tugasnya. Hasilnya? Tingkat penyaluran di beberapa daerah terdampak justru terpantau sudah melampaui 80 persen. Capaian di Aceh bahkan mendekati 90 persen, tepatnya 88,8%. Sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing di angka 81,84% dan 83,99%.
“Saya berterima kasih. Di Aceh, Sumut, Sumbar, PT Pos terus menyalurkan. Hasilnya sudah lebih dari 80 persen,” terangnya.
Namun begitu, tantangan di lapangan memang nyata. Haris, sang Plt. Dirut PT Pos, mengakui masih ada kendala operasional. Di Aceh Tamiang, misalnya, tiga Kantor Pos Cabang Pembantu (KCP) belum bisa beroperasi normal karena masalah transportasi dan listrik.
“Untuk tiga kantor cabang itu, kita lakukan pembayaran secara manual. Tim kami datang langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuannya,” jelas Haris.
Gus Ipul kembali menekankan satu hal krusial: akurasi data. Itulah kunci utama agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Sepanjang tahun, pemerintah gencar melakukan pemutakhiran data. Prosesnya melibatkan BPS, Kemensos, dan pemerintah daerah, dengan mekanisme berjenjang mulai dari tingkat RT/RW. Selain jalur formal, masyarakat juga diajak berpartisipasi lewat aplikasi Cek Bansos dan call center 24 jam.
“Semakin banyak saluran yang kita buka, partisipasi masyarakat makin besar. Dengan begitu, data yang kita dapatkan diharapkan akan semakin akurat,” harap Gus Ipul.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga menyempatkan berbincang dengan beberapa penerima. Dari dialog itu, terungkap bahwa banyak di antara mereka adalah keluarga baru yang belum pernah menyentuh bantuan sosial reguler seperti PKH atau Program Sembako.
“Kita ingin lihat profilnya, cocokkan data dengan realita di lapangan. Alhamdulillah, secara umum yang menerima di sini memang sesuai kriteria,” katanya.
Perluasan skema bantuan pada 2025 memang cukup signifikan. Alokasi anggaran membengkak dari sekitar Rp74 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun. Jumlah penerima BLTS pun hampir dua kali lipat, dari semula 18 juta menjadi sekitar 35 juta keluarga. Harapannya jelas: mendongkrak daya beli, menggerakkan ekonomi, dan perlahan mengantar keluarga penerima menuju kemandirian.
Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Sobari (69), warga Kwitang. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang cat duco ini tampak lega.
“Tadi dapat uang Rp 900 ribu, Alhamdulilah rezeki. Apalagi konsumen kalau musim begini jarang perbaiki kendaraan,” ucapnya.
Senandung syukur Sobari mungkin mewakili perasaan jutaan penerima lainnya. Di penghujung tahun 2025, bantuan ini seperti angin segar yang dinanti.
Artikel Terkait
DJP Resmi Ingatkan Publik Waspadai Gelombang Penipuan Berkedok Institusi Pajak
HIPMI Soroti Penyusutan Kelas Menengah Pengusaha di Sidang Pleno Makassar
Tembok Mewah Ambruk di Kalibata, Halaman SMPN 182 Rusak Parah
Gattuso Siapkan Daftar 50 Pemain untuk Seleksi Playoff Piala Dunia 2026