Pak Gemoy dan Sorak Anak-Anak Sambut Prabowo di Tengah Reruntuhan Garoga

- Rabu, 31 Desember 2025 | 16:48 WIB
Pak Gemoy dan Sorak Anak-Anak Sambut Prabowo di Tengah Reruntuhan Garoga

Jalur Batang Toru di Tapanuli Selatan biasanya sepi. Tapi Rabu pagi, 31 Desember itu, suasana berubah total. Keriuhan tiba-tiba pecah. Warga yang sedang beraktivasi di sekitar jalan tiba-tiba berlarian ke pinggir. Rupanya, kabar itu benar: Presiden Prabowo Subianto sedang melintas, menuju Jembatan Bailey di Sungai Garoga.

Dari kejauhan, iring-iringannya sudah dinanti-nanti. Mereka berdiri berjejalan, melambaikan tangan. Tak sedikit yang nekat berlari mendekat, cuma untuk sekilas melihat sang kepala negara. Kunjungan ini kan bukan sembarang kunjungan ini datang pasca banjir bandang dan longsor yang menghantam wilayah mereka.

Antusiasme paling kentara justru datang dari anak-anak. Begitu rombongan Presiden mendekat, mereka langsung menyambut dengan riuh. “Pak Gemoy!” teriak mereka, sambil berlarian menghampiri. Suara teriakan ceria dan derap langkah kecil itu mengiringi perjalanan Prabowo menuju lokasi bencana.

Sebelum tiba di tujuan, ia sempat berhenti. Anggota kepolisian yang masih bertugas dalam pencarian korban hilang disapanya. Ia memberi semangat, di tengah kondisi alam yang masih sangat menantang itu.

Setibanya di Jembatan Bailey Sungai Garoga, kerumunan sudah menunggu. Prabowo turun, lalu mengecek langsung jembatan darurat itu. Beberapa kepala daerah mendampinginya, termasuk Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution.

Presiden bahkan berjalan di atas jembatan. Di ujung sana, warga menunggu. Begiau turun, mereka kembali ramai mendekat, berebut salaman dan sekadar menyapa.

Anak-anak lagi-lagi yang paling berani maju. Prabowo pun berhenti, lalu berbincang ringan dengan mereka. Beberapa langkah ia tempuh bersama, sambil sekali waktu memegang pundak seorang anak laki-laki berbaju putih. “Terima kasih, Pak,” ucap warga berulang kali, terdengar tulus di antara kerumunan.

Lalu momen spontan itu terjadi. Seorang anak perempuan kecil menerobos, menghentikan langkah Presiden. “Tunggu Pak, tunggu Pak!” katanya lantang. Rupanya ia ingin berfoto. Dengan sigap, Prabowo memenuhi permintaan. Sang anak berpose dua jari, wajahnya ceria sekali. Usai swafoto, ia menjabat tangan Presiden lalu melompat kegirangan.

Saat waktunya berpamitan dan melanjutkan kunjungan ke titik lain, warga masih tak mau melepas. Mereka berlarian mendekat sekali lagi, meraih kesempatan terakhir untuk bersalaman. Bagi masyarakat sekitar Sungai Garoga, kehadiran Presiden di penghujung tahun ini bukan sekadar kunjungan resmi. Ini penanda bahwa mereka tidak sendirian. Masih ada yang peduli, dalam upaya berat bangkit dari bencana.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar