DKI Jakarta Kirim Pabrik Air Bergerak untuk Korban Bencana di Sumatera

- Rabu, 31 Desember 2025 | 11:48 WIB
DKI Jakarta Kirim Pabrik Air Bergerak untuk Korban Bencana di Sumatera

Rabu lalu, di tengah hiruk-pikuk Balai Kota Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas bantuan untuk saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bukan sembarang bantuan, melainkan dukungan teknis penyediaan air bersih yang sangat krusial pascabencana. Pemerintah Provinsi DKI bersama PAM Jaya mengerahkan dua unit IPA Mobile, sepuluh mobil tangki, dan tiga puluh personel yang siap diterjunkan ke lapangan.

“Untuk IPA Mobile-nya ada 2 unit portable,” jelas Pramono dalam sambutannya.

“Sedangkan mobil tangkinya berjumlah 10 unit. Dan kali ini PAM Jaya juga mengirim 30 personel untuk terjun ke lapangan mendukung penyediaan layanan air berkualitas di daerah terdampak.”

Rupanya, bantuan air bersih ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemprov DKI sudah mengirimkan berbagai kebutuhan mendesak seperti toilet portable, pakaian, dan bahan makanan. Mereka bahkan membeli 1,4 ton cabai dari daerah terdampak untuk disalurkan lewat Perumda Pasar Jaya. Pramono dengan nada santap pun menambahkan, “Kalau memang masih ada cabai yang ingin disalurkan ke Jakarta, tentunya dengan senang hati kami akan membelinya.”

Namun begitu, ada juga bantuan dalam bentuk lain yang sudah disalurkan. Tiga daerah yang dinilai terdampak cukup parah Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah masing-masing menerima bantuan tunai senilai Rp 3 miliar. Bantuan ini tentu saja sudah melalui prosedur resmi, setelah dapat izin dari Kementerian Dalam Negeri dan persetujuan DPRD DKI.

“Kenapa ini diberikan?” ujar Pramono. “Karena kami melihat ada beberapa kabupaten yang tidak bisa kita bantu dalam bentuk barang.”

Di sisi lain, dari sudut pandang teknis, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memberikan gambaran yang lebih rinci. Dua unit mobil Water Treatment Plant (WTP) yang dikirim punya kapasitas produksi yang cukup mengesankan: sekitar 1 liter per detik.

“Itu cepat sekali,” ungkap Arief. “Dalam hitungan menit, air sudah bisa diproses dan kemudian bisa keluar langsung menjadi air bersih dan siap minum.”

Rahasianya ada pada sistem reverse osmosis (RO) yang terpasang di mobil tersebut. Dengan teknologi ini, air sungai yang diolah bisa langsung layak konsumsi. Selain peralatan canggih itu, PAM Jaya juga mengirimkan sepuluh mobil tangki yang statusnya dipinjamkan hingga kebutuhan di lapangan benar-benar terpenuhi.

Tak lupa, tim medis dan tim teknis turut dikirim. Alasannya sederhana namun mendasar.

“Karena informasi terakhir air bersih masih menjadi salah satu kebutuhan utama di sana,” kata Arief melaporkan kepada Gubernur.

Jadi, bantuan yang berangkat hari itu bukan sekadar pengiriman logistik biasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya konkret mengatasi darurat yang paling mendasar: menyediakan air minum untuk yang membutuhkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar