Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya pesan tegas untuk seluruh jajarannya: respons harus cepat. Saat masyarakat mengadukan sesuatu, polisi tak boleh lamban bergerak. Itu intinya.
Menurut Sigit, kecepatan bertindak ini krusial untuk memutus sebuah fenomena yang belakangan kerap muncul di media sosial, yaitu "no viral no justice". Istilah itu, dalam pandangannya, lahir justru karena penanganan yang dirasa lambat. Kalau sudah viral baru dikerjakan, ya citranya jadi buruk.
"Bagaimana polisi bisa respons cepat terhadap segala macam bentuk pengaduan, jangan sampai selalu muncul istilah no viral no justice," tegas Sigit, Rabu (31/12/2025).
Di sisi lain, Sigit berusaha meluruskan persepsi. Dia menekankan bahwa Polri sebenarnya tetap bekerja, terlepas dari sebuah kasus ramai di media sosial atau tidak. Hanya saja, dia meminta agar personelnya tidak bersikap berlebihan atau gampang tersinggung bahasa populernya, "baper" dengan istilah tadi.
"Karena memang fenomenanya sedang seperti ini. Kita tidak boleh kemudian baperan," ujarnya.
Lalu, bagaimana ke depannya? Sigit punya harapan. Dia ingin Polri lebih peka menangkap keluhan masyarakat, khususnya dari netizen, untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai harapan publik. Itu kunci perbaikannya.
Tak berhenti di situ, Kapolri juga mengingatkan agar seluruh jajaran terus membenahi diri dan meningkatkan responsivitas. Ada pesan khusus yang dia sampaikan, sekaligus sebagai peringatan.
"Termasuk tadi ada pesan jangan sampai yang sudah baik, kita rusak lagi," pungkas Sigit menutup pernyataannya.
Jadi, pesannya jelas: kerja cepat, jangan baper, dan jaga kepercayaan yang sudah dibangun. Itulah tantangan terbesar mereka sekarang.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.