kata Syarifudin, Selasa (30/12).
Tanggapan DLH: Satu Mobil Bak Sampah
Menanggapi kekisruhan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi akhirnya turun tangan. Mereka menurunkan satu unit mobil bak sampah untuk mengangkut tumpukan di halaman kelurahan. Langkah darurat, memang. Banyak yang menilai ini cuma solusi sementara, belum menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah yang sebenarnya.
Penutupan TPS liar di Kebalen sendiri bukan tanpa alasan. Lokasi yang dekat bantaran sungai itu diduga mencemari lingkungan dan memicu banjir. Uniknya, tempat ini sebenarnya pernah disegel di tahun 2024, tapi kemudian dibuka lagi oleh oknum tak dikenal hingga akhirnya viral dan ditutup paksa.
Humas DLH Kabupaten Bekasi bersikukuh. Penutupan itu langkah tegas karena operasional TPS liar memang tak berizin dan melanggar aturan. Pemerintah daerah mengklaim sudah menyiapkan solusi pengangkutan sampah, meski di lapangan, mekanismenya masih belum terasa efektif.
Hingga Selasa siang, sisa-sisa sampah masih teronggok di halaman kelurahan. Para penarik gerobak mengancam akan kembali beraksi jika pemerintah daerah tak segera menghadirkan solusi permanen. Mereka butuh kepastian, mulai dari ketersediaan bak sampah yang siaga hingga skema pengangkutan yang jelas dan berkelanjutan. Masalahnya masih menggunung, persis seperti sampah yang mereka bawa.
Artikel Terkait
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat