Saya pun bertanya pada keponakan saya.
“Lha, kalau perkalian dasar saja tidak bisa, kenapa tidak diseleksi ulang? Saat kenaikan kelas, mestinya dia dikeluarkan dari kelas prestasi dan diganti anak yang lebih pantas,” tanya saya lagi.
Oh… begitu.
Jadi, siswa yang masuk lewat jalur prestasi, duduk di kelas unggulan, tapi perkalian dasar saja tidak kuasai? Padahal, perkalian adalah fondasi utama matematika termasuk pecahan, yang sangat bergantung pada hafalan perkalian.
Rusak. Benar-benar rusak.
Pendidikannya bobrok, orang tua pun seperti tak punya kesadaran.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Rp 38.000 per Gram
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Ancam Pencabutan bagi yang Hina Negara
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut