Saiful kemudian menyoroti dampak yang lebih dalam. Ia melihat keberadaan WN China saat ini sudah mulai menggerogoti semangat nasionalisme. Rasanya, kata dia, mereka seperti penghuni kelas utama di negeri sendiri, sementara warga lokal justru terpinggirkan.
tuturnya lagi. Seruan untuk segera berbenah.
Sebagai akademisi Universitas Sahid Jakarta, Saiful mendesak pemerintah agar lebih selektif. Pemberian izin dan peluang bisnis harus dikaji ulang, jangan asal kasih. Kalau tidak, yang terjadi adalah kelancangan. Mereka bisa bertindak semaunya, seakan semua hak adalah milik mereka, sambil lupa akan kewajiban sebagai tamu di Indonesia.
Peringatannya tegas: hentikan kebijakan "karpet merah" itu. Sebelum semuanya bertambah runyam.
Artikel Terkait
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Prancis Tundukkan Kolombia 3-1, Doue Cetak Brace dalam Laga Uji Coba