Pencarian masih terus dilakukan. Di perairan Labuan Bajo yang biru itu, tim SAR gabungan berjuang menemukan empat orang yang masih hilang setelah KM Putri Sakinah tenggelam. Kejadiannya Jumat malam lalu, dan suasana genting belum juga reda.
Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere, menjelaskan fokus operasi saat ini adalah menemukan keempat warga negara Spanyol yang belum ditemukan. Kapal itu sendiri mengangkut total 11 orang, termasuk kru dan penumpang.
“Keempat korban terdiri dari seorang ayah, satu anak perempuan, dan dua anak laki-laki. Yang selamat adalah istri dan satu anak perempuan mereka. Intinya, ini satu keluarga asing dengan enam anggota,” jelas Fathur pada Minggu (28/12).
Narasi pilu itu semakin jelas dengan daftar nama yang berhasil disusun tim. Dari sebelas orang di kapal, tujuh berhasil selamat. Mereka adalah Kapten Lukman, tiga ABK (Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, Rahimullah), seorang pemandu bernama Valdus, serta dua penumpang WN Spanyol: Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno.
Sayangnya, nasib baik tidak menyertai empat orang lainnya. Mereka yang masih hilang dan dicari adalah Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier. Semuanya warga Spanyol.
Pencarian bukan tanpa hasil. Tim sudah berhasil mengumpulkan serpihan kapal dan barang-barang penumpang yang terserak. Semua ditemukan dalam radius sekitar 5 mil laut dari titik kapal diperkirakan tenggelam. Namun begitu, menemukan manusia adalah tantangan yang jauh lebih berat.
Cuaca menjadi lawan utama di lapangan. Menurut Fathur, kondisi alam sama sekali tidak bersahabat.
“Gelombang tinggi, antara 0,25 sampai 1,5 meter. Arus di sekitar Perairan Pulau Padar juga kuat. Ditambah hujan lebat yang mempersempit jarak pandang,” terangnya.
Meski dihantam kendala bertubi-tubi, semangat tim di lapangan tak surut. Mereka tetap melakukan penyisiran menggunakan sejumlah armada: Kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, RIB Ditpolair Polda NTT, hingga Kapal KPC Ditpolair Polda NTT. Upaya difokuskan di Perairan Utara Pulau Padar.
Kronologi musibah ini bermula saat KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo sekitar pukul delapan malam, menuju Pulau Padar. Kapal itu sedang menjalani perjalanan wisata. Namun, baru setengah jam berlayar, ombak besar menghantam. Kapal mengalami mati mesin dan akhirnya tenggelam.
Begitu informasi kecelakaan diterima, respon pun bergerak cepat. Tim SAR Gabungan segera meluncur dengan RIB Pos SAR Manggarai Barat. Malam itu juga, tiga penumpang berhasil dievakuasi oleh Kapal Nepton yang kebetulan ada di sekitar. Empat orang lainnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan. Tapi, untuk empat nama terakhir, laut masih menyimpan misteri.
Artikel Terkait
Pemerintah Kembangkan Dashboard Kebijakan untuk Tingkatkan Transparansi di Era Digital
Dewan Pembaca Makassar Bahas Sinergi Tingkatkan Kualitas Pemberitaan
SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban
Motor Guru Dicuri di SMP Makassar Saat Sekolah Sepi