Namun begitu, sorotan paling tajam justru diarahkan ke Prabowo Subianto. Saat peristiwa Km 50 terjadi, Prabowo sedang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Yang jadi pertanyaan Rizal: kenapa dia diam saja?
Pertanyaan itu makin menguat mengingat Prabowo pernah bertemu dengan Habib Rizieq di Arab Saudi sebelumnya. Kini, di kursi presiden, kasus itu seperti tenggelam. Proses hukum yang hanya menjerat dua anggota polisi dinilai Rizal cuma sandiwara. Sebuah cara untuk melindungi aktor-aktor utama yang sesungguhnya.
Di akhir tulisannya, Rizal berpesan agar publik tak mudah lupa. Tragedi Km 50, baginya, adalah simbol. Simbol kebengisan dan pembungkaman.
Seruan itu menggantung. Menunggu jawaban yang entah kapan datang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak
17 Warga Gugat Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Putri Wakil DPRD Sulsel Kelola 41 Dapur Makanan Gratis Senilai Rp61,5 Miliar
Idrus Marham Kritik Komunikasi Pemerintah, Juru Bicara dan Menteri Dinilai Belum Maksimal