Tenda Darurat Dikirim, Aktivitas Belajar di Daerah Banjir Diharapkan Segera Pulih

- Jumat, 26 Desember 2025 | 13:42 WIB
Tenda Darurat Dikirim, Aktivitas Belajar di Daerah Banjir Diharapkan Segera Pulih

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah tentu mengganggu aktivitas belajar. Nah, untuk mengatasi hal itu, Kementerian Pendidikan sebenarnya sudah bergerak. Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, menyebut setidaknya tiga unit tenda pembelajaran sedang disiapkan untuk dikirim ke titik-titik terdampak.

“Insyaallah tenda akan segera dikirim dan paling lambat tiba besok, sehingga anak-anak dapat kembali belajar,”

kata Didik dalam keterangannya, Jumat (26/12).

Upaya ini bukan hal baru. Menurut Didik, dalam sepekan terakhir saja, kementeriannya telah menyalurkan sekitar 105 tenda darurat. Mereka juga mengucurkan anggaran untuk kelas sementara lewat kerja sama dengan berbagai lembaga masyarakat. Tujuannya jelas: memastikan pada awal semester genap nanti, proses belajar bisa kembali berjalan, entah di sekolah yang sudah dibersihkan atau di ruang kelas darurat.

“Langkah ini kami lakukan agar pada awal semester genap nanti, anak-anak dapat kembali mengikuti proses pembelajaran dengan aman dan nyaman, baik di sekolah yang telah dibersihkan maupun di kelas darurat,”

ujarnya.

Bantuannya sendiri cukup beragam. Tak cuma tenda, tapi juga paket sekolah, bingkisan makanan-minuman sehat, sampai alat tulis. Bahkan, ada dukungan berupa voucher uang tunai khusus untuk membantu pembersihan sisa material banjir di lingkungan sekolah.

“Bantuan yang kami salurkan cukup beragam, mulai dari school kit, bingkisan makanan dan minuman sehat, alat tulis sekolah, hingga tenda untuk ruang kelas darurat. Selain itu, kami juga memberikan dukungan berupa voucher uang tunai untuk membantu pembersihan sisa material banjir di lingkungan sekolah,”

terang Didik.

Semua bantuan itu, katanya, disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Jumlah peserta didik dan tingkat kerusakan bangunan jadi pertimbangan utama. Intinya, tidak seragam. Kementerian berusaha memaksimalkan dukungan, mulai dari bahan ajar, buku, kursi, hingga sarana pendukung lain untuk menyambut semester genap di Januari.

Namun begitu, situasi di lapangan memang kompleks. Untuk satuan pendidikan yang rusak parah dan berada di wilayah rawan, opsi relokasi ke lokasi lebih aman mulai dipertimbangkan. Ini jadi tantangan tersendiri.

“Bagi lembaga pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Solok yang rusak total dan perlu direlokasi kami berharap adanya dukungan dari para donatur, terutama terkait penyediaan lahan. Sementara itu, untuk sekolah-sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen, kami terus mengupayakan bantuan agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan,”

tandasnya.

Jadi, selain bantuan darurat, persoalan jangka panjang seperti relokasi juga sudah masuk dalam radar. Langkahnya bertahap, tapi upayanya jelas: agar anak-anak bisa secepatnya kembali ke bangku sekolah, meski mungkin di bawah tenda untuk sementara waktu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar