Cuaca di Gunung Merbabu Kamis siang itu tampak tak bersahabat. Meski begitu, tiga pendaki memutuskan untuk melanjutkan pendakian mereka dari basecamp Suwanting di Magelang. Mereka berangkat sekitar pukul sebelas siang. Tak disangka, perjalanan itu berakhir tragis bagi salah satu dari mereka, Mella Irawanti Kusuma (22), asal Berau, Kalimantan Timur. Perempuan muda itu meninggal dunia setelah tersambar petir di jalur pendakian.
Menurut keterangan Nurpana Sulaksono, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, laporan pertama datang melalui radio komunikasi. Sekitar pukul empat sore lebih sedikit, petugas yang sedang piket mendapat kabar dari seorang porter pendamping. Ada pendaki yang diduga tersambar petir di sekitar patok HM 26-27, jalur Suwanting.
"Kemudian pada pukul 16.01 WIB, petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama personel aparat penegak hukum (APH) yang sedang melaksanakan piket pengamanan pengunjung menerima laporan melalui HT dari porter pendamping mengenai adanya pendaki yang diduga tersambar petir di sekitar HM 26-27 Jalur Suwanting," jelas Nurpana, Jumat (26/12).
Tim langsung bergerak cepat. Gabungan petugas Taman Nasional dan Kelompok Tani Hutan Suwanting Indah memberangkatkan tim evakuasi. Jumlahnya tak kurang dari tiga puluh orang, bergegas menuju lokasi kejadian yang cuacanya semakin buruk.
Evakuasi berlangsung dalam situasi yang sulit. Kakak kandung korban, yang bersama Mella saat itu, berhasil diturunkan lebih dulu.
"Pukul 18.11 WIB pendaki lain yang merupakan kakak kandung korban telah lebih dahulu dievakuasi dan tiba di Basecamp Griya Lingga," ujar Nurpana.
Sementara jenazah Mella baru tiba di pos registrasi Pintu Rimba mendekati pukul sepuluh malam. Dari sana, jasad dibawa ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil penyelidikan kepolisian punya kesimpulan yang jelas.
"Pemeriksaan Inafis Polres Magelang menyatakan kejadian tersebut merupakan murni akibat sambaran petir, dan pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas atas musibah tersebut," kata Nurpana.
Gunung Merbabu sendiri wilayahnya membentang di tiga kabupaten: Magelang, Boyolali, dan Semarang. Keindahannya sering kali membuat orang lupa akan bahaya yang mengintai, terutama cuaca ekstrem yang bisa berubah dalam sekejap.
Menyusul musibah ini, pihak Taman Nasional kembali menekankan pentingnya kewaspadaan. Imbauannya jelas: patuhi aturan, perhatikan cuaca, utamakan keselamatan.
"Kepada seluruh pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, mengikuti standar operasional pendakian, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan taman nasional," pesan Nurpana.
Sebuah peringatan yang datang setelah nyawa melayang. Sayangnya, ini bukan yang pertama, dan kita semua berharap ini menjadi yang terakhir.
Artikel Terkait
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara
Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Perempuan Terbesar di Dunia
Megawati Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Perempuan Terbesar di Arab Saudi
BMKG Makassar Imbau Waspada Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Besok