MURIANETWORK.COM - PT Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan pencapaian marketing sales sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026. Target ambisius ini akan ditopang oleh permintaan lahan industri yang terus bertumbuh, terutama dari dua kawasan andalannya: Kendal dan Cikarang. Perusahaan baru saja membukukan kinerja kuat di tahun 2025 dengan realisasi penjualan Rp3,6 triliun, memberikan landasan yang solid untuk rencana ke depan.
Peta Kontribusi untuk Target 2026
Dari total target Rp3,75 triliun, kontribusi terbesar diproyeksikan berasal dari Kawasan Industri Kendal, yakni sebesar Rp2,5 triliun yang seluruhnya berasal dari penjualan produk industri. Sementara itu, kontribusi dari Cikarang dan kawasan lainnya ditargetkan mencapai Rp1,25 triliun. Rinciannya, sekitar Rp800 miliar diharapkan berasal dari penjualan tanah matang dan produk industri, sedangkan Rp450 miliar lainnya diproyeksikan dari sektor residensial dan komersial.
Kinerja Nyata di Tahun 2025
Sebelum mengarahkan pandangan ke masa depan, penting untuk melihat capaian yang telah diraih. Sepanjang tahun 2025, Jababeka berhasil membukukan marketing sales senilai Rp3,6 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang sehat, naik sekitar 13 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp3,19 triliun.
Cikarang: Andalan dengan Pertumbuhan Stabil
Kawasan industri Cikarang tetap menjadi pilar utama, menyumbang Rp1,1 triliun atau sekitar 5 persen peningkatan dari tahun sebelumnya. Kontribusi ini berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di berbagai segmen. Rincian lebih lanjut menunjukkan, penjualan tanah matang kawasan industri mencapai Rp567,4 miliar (18 hektare), sementara produk tanah dan bangunan menyumbang Rp365,4 miliar.
Dari angka penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp860 miliar, terlihat komposisi investor yang berimbang.
"48 persen investor domestik sedangkan 52 persen berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China," jelas manajemen perusahaan dalam laporannya.
Transaksi signifikan tahun lalu termasuk penjualan lahan seluas 6 hektare kepada sebuah perusahaan Korea di sektor perawatan diri (personal care) dan 4 hektare kepada perusahaan Indonesia untuk pengembangan pusat data (data center).
Kendal: Lokomotif Pertumbuhan Baru
Sementara Cikarang tumbuh stabil, Kendal muncul sebagai lokomotif pertumbuhan dengan momentum yang lebih kencang. Kawasan ini menyumbang Rp2,51 triliun dari penjualan 142 hektare lahan di tahun 2025. Pencapaian ini menandai lompatan yang cukup signifikan, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,14 triliun. Pertumbuhan pesat di Kendal inilah yang menjadi dasar keyakinan perusahaan untuk menetapkan target kontribusi yang lebih besar dari kawasan tersebut di tahun 2026.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Kekhawatiran AI dan Data Ekonomi, Indeks Utama Melemah
BEI Cabut Status Papan Khusus Saham RLCO Mulai 10 Februari 2026
MR DIY Konversikan 21 Juta Saham untuk Program Karyawan dan Manajemen
Jasa Marga Proyeksikan 3,6 Juta Kendaraan Arus Mudik Lebaran 2026