Kisah Emas Palsu dan Tembakan Airsoft di Asrama Polisi Sukajadi

- Jumat, 26 Desember 2025 | 03:12 WIB
Kisah Emas Palsu dan Tembakan Airsoft di Asrama Polisi Sukajadi

Suasana di Asrama Polisi Sukajadi, Bandung, Rabu sore itu, tiba-tiba ricuh. Seorang pria berjaket mirip driver ojek online terlibat pergulatan sengit dengan seorang lelaki berbaju merah. Dari keributan itu, terdengar bunyi letusan bukan sekali, tapi berkali-kali.

Menurut Arie (45), seorang saksi mata, suara tembakan itu terdengar sekitar sepuluh kali. "Terdengar letusannya tuh 10 lah," ujarnya saat ditemui di lokasi keesokan harinya, Kamis (25/12).

Arie bercerita, keributan ini berawal dari urusan dagang. "Saya dengar-dengar ada info yang jual emas palsu, nggak tahu palsu atau apa," katanya. Rupanya, ada masalah dengan transaksi itu. "Ternyata pokoknya ada masalah, katanya palsu ya, larilah dikejar ke sini, naik ke atas sama si korban yang itu."

Keadaan pun memanas. "Jadilah ngeluarin senjata, nembak-nembak kayak gitu, otomatis kan warga sekitar itu pada kaget," lanjut Arie. Senjata yang digunakan, menurut pengakuannya, adalah airsoft gun.

Tak hanya satu pelaku. Arie juga menyebut ada seorang perempuan yang terlibat. "Pelakunya itu ada dua, yang perempuan satu, yang berhasil kabur ke sana, tetapi sama warga sudah ketangkap kembali," jelasnya.

Dari Penipuan Emas Palsu hingga Tembakan

Setelah warga menangkap mereka, laporan pun disampaikan ke Polsek Sukajadi. Kisahnya mulai terungkap. Pelaku pria, Hendra Jaya, diduga menjual liontin emas palsu senilai Rp 5 juta kepada seorang warga bernama Engkim Yoso Utomo.

"Menjual emas palsu karena diketahui, kemudian dikejar pembeli," papar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, dalam keterangannya di hari yang sama.

Uniknya, uang itu sempat dikembalikan. Tapi momen itulah yang justru memicu kekacauan. Saat korban sibuk menghitung uangnya, Hendra malah mencoba kabur. Caranya nekat: dengan menembakkan airsoft gun.

“Pada saat menghitung uang tersebut, saudara Hendra Jaya berusaha melarikan diri dengan cara menembakkan senjata api airsoft gun sebanyak lima kali ke arah saudara Engkim Yoso Utomo dan mengenai pipi kanan,” jelas Budi dengan rinci.

Ancaman Hukuman yang Tidak Main-main

Polisi kemudian mengamankan barang bukti. Ada liontin emas palsu, satu pucuk airsoft gun, jaket ojol, dan sebuah sepeda motor. Atas aksinya, masa depan Hendra suram. Ia terancam hukuman penjara yang sangat lama.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, serta Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api tanpa izin," tegas Budi Sartono dalam jumpa pers. "Ancaman hukuman maksimal mencapai 20 tahun penjara."

Motifnya Klasik: Kepepet Uang

Lalu, apa yang mendorong Hendra melakukan ini semua? Polisi menyebut alasan klasik: faktor ekonomi. Rupanya, Hendra adalah warga Pekalongan yang sedang berlibur di Bandung.

“Jadi sebetulnya pelaku ini adalah orang Pekalongan yang sedang berlibur di Kota Bandung, sudah menginap di salah satu hotel di Sukajadi, dan kehabisan uang," jelas Budi. Karena kepepet, ia pun menyuruh istrinya untuk menjual emas palsu tersebut.

Ada satu hal lagi yang diluruskan polisi. Jaket ojek online yang dikenakan Hendra hanyalah kamuflase. "Saya tegaskan bahwa yang bersangkutan bukan sopir ojek online. Jaket itu dibeli di toko online," pungkas Budi. Jaket itu dibelinya secara daring saat masih di Pekalongan, mungkin sebagai bagian dari penyamaran atau memang hanya kebetulan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar