Banjir kembali merusak infrastruktur di kawasan Bogor. Kali ini, akses jalur alternatif menuju Puncak lewat Desa Pasir Angin terputus total. Arus lalu lintas pun langsung kacau.
Di lokasi, pemandangannya cukup memprihatinkan. Pondasi jalan amblas diterjang derasnya air. Pengendara motor yang nekat melintas dari arah Katulampa terpaksa menyeberangi jembatan darurat dari bambu yang dibangun warga. Sedangkan untuk mobil? Jangan harap bisa lewat situ. Roda empat sama sekali tak bisa melintas.
Menurut sejumlah saksi, kerusakan terjadi cukup parah. Sutarman (73), salah seorang warga, menjelaskan penyebabnya.
“Kena air, jadi pondasinya jebol karena terkikis banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalur ini memang vital, terutama di akhir pekan. Ramai digunakan masyarakat dan wisatawan yang ingin ke Puncak. Itulah sebabnya warga cepat tanggap membangun jembatan bambu tadi. Untuk sementara, solusinya ya begitu.
“Setiap Sabtu dan Minggu jalur ini ramai. Jembatan ini dibuat swadaya oleh masyarakat. Kalau mobil masih bisa lewat, biasanya lewat Gunung Geulis ke Gadog atau Megamendung,” pungkas Sutarman.
Di sisi lain, pemerintah daerah sudah bergerak. Ujang Supardi, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, mengonfirmasi bahwa perbaikan segera dimulai. Pilihannya adalah pemasangan box culvert, bukan membangun jembatan baru.
“Pemasangannya hari ini harus dimulai karena box-nya sudah ada. Untuk pemasangan sekitar tiga hari, lalu tahap perapihan, totalnya sekitar satu minggu,” kata Ujang saat dihubungi, Kamis (25/12).
Alasannya sederhana: kecepatan. Menurut Ujang, membangun jembatan permanen bisa makan waktu hingga empat bulan. Padahal, kebutuhan akses sangat mendesak, apalagi jelang libur Tahun Baru nanti.
“Kalau pakai jembatan permanen itu lama. Sementara masyarakat membutuhkan akses cepat. Alat berat dan box sudah tersedia, lantainya juga sudah dipasang,” tuturnya.
Jadi, harapannya dalam seminggu ke depan, jalur alternatif ini sudah bisa berfungsi kembali. Meski bersifat sementara, setidaknya solusi ini bisa meredakan kemacetan dan kepanikan pengguna jalan. Warga pun menunggu dengan harap.
Artikel Terkait
Pria di Makassar Ditangkap Usai Aniaya Istri dengan Kipas Angin
Mentan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 5 Tahun, Jadikan NTB Sentra Utama
Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7 dalam Uji Coba Pahit
Thomas Aquinas Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia