Deretan orang terlihat antri, menunggu giliran untuk berfoto. Ada yang swafoto sendiri, ada juga yang dibantu teman. Semua itu terjadi di tengah keriuhan lalu lintas yang padat, dengan kendaraan yang terus lalu-lalang tak henti.
Iky, yang datang dari Bandung Barat, merasakan hal serupa. Menurutnya, tempat ini menawarkan nuansa yang berbeda. “Tulisannya unik, sederhana tapi ikonik,” katanya.
“Tulisan di tembok, lampu malam, sama suasana ramai bikin fotonya kerasa Bandung banget.”
Meski lokasinya berada di area yang sibuk, antusiasme pengunjung tak surut. Beberapa petugas terlihat berjaga, memasang pembatas, memastikan aktivitas berfoto ini tidak sampai mengganggu arus kendaraan yang melintas. Mereka mengatur agar semuanya berjalan lancar.
Pada akhirnya, Bandung memang punya caranya sendiri untuk memikat hati. Daya tariknya tak melulu soal gedung tua yang megah atau pertunjukan spektakuler. Terkadang, hanya dengan coretan kata-kata di dinding, orang rela berhenti sejenak. Mereka mengabadikan momen, dan pulang membawa kenangan sepotong rasa tentang Bandung yang melekat di memori.
Artikel Terkait
Mendikti Dorong Digitalisasi Penuh dan Penataan Ulang Jadwal Kuliah di Kampus
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
Komisi III DPR Desak Kejagung Perluas Penyidikan Pelanggaran di Kejari Karo
Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0 di Pembuka ASEAN Championship