Suasana pagi di area kebun Blok 3, Joho, tiba-tiba berubah mencekam. Pada Kamis (25/12) itu, warga setempat dibuat terkejut dengan penemuan sebuah mayat bayi yang tersembunyi di antara bebatuan.
Bau busuk yang sudah tercium dari jarak beberapa meter menjadi petunjuk pertama. Menurut sejumlah saksi, jenazah malang itu ditemukan dalam kondisi tertimbun batu, seolah hendak disembunyikan dari pandangan.
AKP Salamun, Kasi Humas Polresta Sleman, mengonfirmasi kejadian ini. Anggota Polsek Depok Timur langsung diterjunkan ke lokasi tak lama setelah laporan masuk.
"Berdasarkan informasi awal, mayat bayi ditemukan dalam kondisi tertimbun bebatuan dan telah mengeluarkan bau tidak sedap,"
kata Salamun, Kamis lalu.
Pemeriksaan medis awal memberikan gambaran yang menyedihkan. Bayi tersebut diduga kuat telah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum akhirnya ditemukan. Yang membuat hati miris, kondisi fisiknya menunjukkan ia terlahir prematur.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. "Tujuannya untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Salamun menambahkan.
Di lokasi kejadian, polisi sudah memasang garis polisi. Suasana pun berubah jadi tempat penyelidikan. Petugas sibuk mengumpulkan keterangan dari warga yang mungkin melihat sesuatu. Mereka juga berusaha melacak rekaman CCTV di sekitar lokasi, berharap ada petunjuk tertangkap kamera.
Hingga saat ini, misteri masih menyelimuti kasus ini. Siapa orang tuanya? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kejadian serta pihak yang bertanggung jawab,"
pungkas Salamun, menutup pernyataannya.
Upaya mengungkap kebenaran di balik tragedi ini masih terus berjalan. Masyarakat sekitar pun masih dibayangi rasa pilu dan tanda tanya yang besar.
Artikel Terkait
Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola
Ramadan 2026 Diperkirakan Dimulai 19 Februari, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari
Al-Azhar Beri Penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas Dukungan SDM
NTB Ditunjuk Jadi Sentra Jagung dan Bawang Putih Nasional