Kardinal Suharyo Soroti Maraknya Kepala Daerah Terjerat KPK
JAKARTA – Dari balik mimbar Gereja Katedral Jakarta, Kamis lalu, suara Kardinal Ignatius Suharyo terdengar lantang menyentil sebuah fenomena yang memprihatinkan. Uskup Agung Jakarta itu tak sungkan menyoroti rentetan penangkapan kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dari gubernur hingga bupati, seakan tak ada habisnya.
Pernyataannya itu disampaikan usai Misa Pontifikal, di hadapan awak media. Suasana hari Natal itu kontras dengan pesan keras yang ia sampaikan.
“Coba lihat berita-berita belakangan ini,” ujar Suharyo. “Hampir tiap hari kita dengar kabar, bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu juga. Sudah berulang kali.”
Baginya, sederhana saja. Para pejabat yang berakhir di jerat hukum itu jelas-jelas telah melenceng dari tugas utamanya. Mereka, menurut Kardinal, lupa bahwa jabatan yang diemban semestinya untuk mengabdi pada rakyat, bukan malah mengeruk keuntungan pribadi.
Di sisi lain, Suharyo rupanya sudah lama gelisah melihat kondisi ini. Ia bahkan pernah mengajukan sebuah gagasan yang cukup berat di akhir Agustus lalu, di tengah hiruk-pikuk pemberitaan serupa.
“Saya memberanikan diri untuk mengatakan bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional,” kenangnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Platform Digital Berisiko
Lebaran Usai, 171 Ribu Kendaraan Banjiri Makassar di Puncak Arus Balik
Harga Emas Perhiasan Stabil di Tengah Gejolak Pasar Global
Spanyol Hancurkan Serbia 3-0 dalam Uji Coba, Oyarzabal Cetak Brace