Menag Hadiri Misa Natal di Manado, Sinyalkan Komitmen Jaga Kerukunan

- Kamis, 25 Desember 2025 | 11:18 WIB
Menag Hadiri Misa Natal di Manado, Sinyalkan Komitmen Jaga Kerukunan

Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Hati Tersuci Maria di Manado, Rabu (24/12/2025) lalu. Suasana khidmat perayaan Natal itu jadi lebih istimewa dengan kehadiran tamu kehormatan: Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Langkahnya menegaskan sesuatu yang lebih dari sekadar protokoler sebuah komitmen nyata untuk merawat kerukunan di negeri ini.

Menteri Umar disambut langsung oleh Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, beserta para pastor. Dalam sambutannya yang hangat, Menag menyampaikan ucapan Selamat Natal bukan hanya untuk warga Sulawesi Utara, tapi untuk seluruh umat Katolik Indonesia.

Bagi Menag, Natal bukan cuma perayaan keagamaan semata. Momentum ini, katanya, adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas dalam keseharian kita bermasyarakat.

“Di tengah berbagai tantangan bangsa, Natal mengingatkan kita bahwa iman harus terwujud dalam kepedulian nyata kepada sesama. Solidaritas, empati, dan persaudaraan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa,”

tegas Menag dalam siaran persnya, Kamis (25/12).

Ia pun mengajak semua pihak, lintas iman, untuk terus memperkuat harmoni sosial. Itulah fondasi penting, menurutnya, untuk membangun Indonesia yang damai dan berkeadaban.

Uskup Benedictus jelas menyambut baik kedatangan ini. Baginya, kehadiran pejabat tinggi negara itu adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kehidupan beragama.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa Gereja dan pemerintah berjalan bersama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan penuh kasih,”

ujar Uskup Manado.

Apresiasi serupa datang dari Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Ulyas Taha. Ia menegaskan, Sulawesi Utara memang sudah lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi.

“Sulawesi Utara adalah rumah bersama yang rukun. Nilai kebersamaan dan kepedulian terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat dan umat beragama,” kata Ulyas.

Perayaan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh lain. Tampak hadir Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Dirjen Bimas Kristen Kemenag, para rektor dari IAIN dan IAKN Manado, serta undangan lainnya.

Pada akhirnya, kehadiran Menag Nasaruddin Umar di Katedral Manado itu lebih dari sekadar agenda. Ia adalah simbol. Sebuah penegasan bahwa merawat persaudaraan lintas iman bukanlah slogan, tapi kerja sehari-hari yang harus terus diperkuat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar