Prinsip meritokrasi itulah, menurut Prabowo, fondasi utamanya. Tanpa itu, mustahil membangun pemerintahan yang efektif dan berorientasi hasil. Visi untuk mensejahterakan rakyat hanya akan jadi wacana.
Di sisi lain, kerja keras selama setahun ini difokuskan pada program-program strategis. Ekonominya, ketahanan pangannya, stabilitas nasional semua diarahkan untuk kepentingan publik. Kerja sama antar kementerian dan lembaga juga digenjot, ibarat satu kesatuan tim di lapangan hijau yang punya strategi kompak.
“Kalau ingin menang, kalau ingin memberi hasil nyata untuk rakyat, ya harus pilih yang paling kompeten,” ucap Prabowo lagi.
Bagi dia, kepemimpinan yang sesungguhnya bukan soal popularitas semata. Lebih dari itu, ini tentang tanggung jawab dan keberanian mengambil keputusan sulit untuk bangsa. Dan ia yakin, rakyat sekarang makin cerdas. Mereka bisa membedakan mana kebijakan yang berdampak, mana yang cuma janji di angin.
Optimisme itu yang dipegangnya. Dengan memperkuat budaya kompetensi di semua lini pemerintahan, Prabowo berharap pembangunan bisa berjalan berkelanjutan. Tujuannya satu: menghadirkan manfaat nyata dan memulihkan kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Elkan Baggott dan Timnas Indonesia Siap Tampil Beda di Era Baru John Herdman
PSM Makassar Gelar Latihan Perdana Usai Libur, Lima Pemain dan Pelatih Trucha Absen
Brigjen TNI (Mar) Briand Iwan Prang Diangkat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan
Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Pelanggaran, 1.030 Dapur Ditangguhkan