Bupati Erlina Serahkan Alsintan Senilai Rp 5,8 Miliar untuk Genjot Produktivitas Petani Mempawah

- Rabu, 24 Desember 2025 | 16:54 WIB
Bupati Erlina Serahkan Alsintan Senilai Rp 5,8 Miliar untuk Genjot Produktivitas Petani Mempawah
Bantuan Alsintan untuk Petani Mempawah

Rabu lalu, tepatnya 24 Desember 2025, suasana di Kantor Dinas PKPP Kabupaten Mempawah tampak berbeda. Bupati Erlina hadir untuk menyerahkan bantuan langsung kepada para petani. Bukan sembarang bantuan, melainkan alat dan mesin pertanian atau yang biasa disebut alsintan.

Nilai bantuannya tak main-main, sekitar Rp 5,8 miliar untuk 40 unit alat. Dalam acara itu, Bupati didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat, Arifin.

Erlina tak menampik bahwa anggaran untuk sektor pertanian seringkali terbatas. Namun begitu, menurutnya, hal itu tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib para petani. Upaya dukungan terus digenjot.

"Ini wujud nyata komitmen kami," ujar Erlina dalam sambutannya.

"Kami ingin kapasitas dan produktivitas petani Mempawah meningkat. Saat ini, ada 779 kelompok tani dengan anggota lebih dari 20 ribu orang. Jumlah yang tidak sedikit," jelasnya.

Dia melanjutkan, melihat luasnya lahan pertanian yang ada, kebutuhan akan alsintan dan sarana pendukung lainnya masih sangat besar. Bantuan ini diharapkan bisa menunjang aktivitas bertani yang selama ini banyak mengandalkan tenaga manual.

"Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat itu krusial," tambah Erlina.

"Tanpa kolaborasi yang solid, sulit rasanya mewujudkan pertanian modern, apalagi mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," imbuhnya.

Bupati mengakui dengan jujur bahwa bantuan ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan yang ada. Tapi, bagi kelompok tani yang menerima, dia punya harapan besar. Alsintan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan pemerintah.

"Harus diingat, alat-alat ini milik bersama," tegasnya dengan nada serius.

"Bukan untuk kepentingan perorangan. Saya minta dirawat dan dijaga secara kolektif. Agar manfaatnya bisa dirasakan terus-menerus, untuk kemaslahatan petani kita semua."

Di sisi lain, Erlina melihat peluang di balik mekanisasi ini. Dia berharap, dengan adanya alsintan yang modern, sektor pertanian bisa menarik minat generasi muda. Selama ini, bertani kerap dianggap sebagai pekerjaan tradisional dan berat.

"Pertanian berbasis mekanisasi, dengan alat yang canggih, bisa jadi daya tarik baru," harap Bupati.

"Kalau anak muda tertarik dan mau terjun, bukan tidak mungkin produksi dan kesejahteraan petani akan naik signifikan ke depannya."

Acara penyerahan pun berlangsung lancar. Wajah-wajah perwakilan kelompok tani tampak sumringah. Bantuan itu, meski belum menyeluruh, setidaknya menjadi angin segar di tengah tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar