Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, punya pandangan menarik soal pekerja migran. Menurutnya, Indonesia perlu jeli melihat kesuksesan negara lain. Tujuannya jelas: membentuk tenaga kerja yang benar-benar profesional dan punya daya saing global. Ia menyebut beberapa contoh, seperti China, Filipina, dan India.
“Kalau kita melihat negara-negara besar lainnya yang sudah maju, mereka juga memiliki sumber daya manusia unggul yang tersebar di banyak negara,” ucap Brian.
Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta Pusat, Rabu lalu, usai penandatanganan MoU dengan Menteri P2MI.
“Kita lihat bagaimana China, bagaimana India, dan negara-negara lainnya,” tambahnya, “yang menunjukkan bahwa kualitas pekerja kita di panggung global itu menunjukkan juga kualitas SDM suatu bangsa.”
Nah, untuk mengejar ketertinggalan itu, Kemendikti Saintek berencana melakukan riset mendalam. Mereka ingin mengulik strategi negara-negara tersebut dalam menempatkan pekerja migran profesional di mana-mana.
“Seperti bagaimana ternyata tenaga kerja Filipina lebih banyak, apa strateginya mereka? Kemudian kenapa, apa, bagaimana, China dulu berhasil melakukan brain circulation, India dan sebagainya,” jelas Brian.
“Sehingga nanti ke depan program-program ini akan kita buat kajiannya berdasarkan penelitian yang serius.”
Brian punya analisis sendiri. Menurut dia, kesuksesan China, Filipina, dan India tak lepas dari fenomena brain circulation. Apa itu? Intinya sirkulasi pengetahuan. Para pekerja yang sudah punya pengalaman di luar negeri membagikan ilmunya kepada calon-calon pekerja baru.
“Ini yang kalau kita perhatikan di negara-negara maju lainnya seperti China, India, dan negara lainnya itu ketika mereka tumbuh mereka ternyata sudah memiliki kesiapan,” ujarnya.
“Salah satunya berasal dari brain circulation sumber daya-sumber daya manusia unggul yang ada di luar negeri yang sudah memiliki pengalaman bekerja pada perusahaan global tingkat dunia.”
Langkah konkretnya? Brian menggandeng Kementerian P2MI. Mereka berencana meluncurkan program khusus untuk menyiapkan pekerja migran unggul. Rencananya, akan ada mata kuliah atau program pilihan di berbagai kampus.
Mahasiswa yang berminat bisa mendapat pelatihan khusus sebelum benar-benar terjun ke pasar global.
“Nanti kita akan membuat program pada tahun terakhir dari setiap mitra perguruan tinggi yang akan menyiapkan SDM luar negeri tersebut, apakah itu tahun ketiga atau tahun keempat,” jelas Brian.
“Nanti kita, para SDM yang nantinya akan kita kirim ke luar negeri itu kita latih secara khusus untuk siap bersaing di panggung global, untuk siap bekerja di negara-negara tujuan.”
Artikel Terkait
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Pleno HIPMI 2026, Diikuti 3.000 Peserta
Menko Polhukam Apresiasi Respons Cepat TNI-Polri Tangani Penembakan Pilot di Papua
Atap Stadion Pakansari Rusak Berat Diterjang Angin Kencang di Bogor
Kemenangan Ratchaburi atas Persib Dinodai Komentar Rasis ke Bek Gabriel Mutombo