“Nek tangi sing esuk, ben ora telat,” katanya dengan suara yang tenang, sesaat setelah saya turun di depan gerbang sekolah.
Kalimat sederhana itu, dalam bahasa Jawa yang halus, ternyata melekat kuat dalam ingatan. Pesannya jelas: kalau bangun pagi, tidak akan telat. Sebuah nasihat yang polos, tapi terasa sangat dalam bagi seorang anak kelas dua yang hampir tertinggal pelajaran.
Prijono, Kotagede, Yogyakarta
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026