Gerakan Amazing Quran Gempur Buta Aksara Al-Quran di Indonesia

- Rabu, 24 Desember 2025 | 07:24 WIB
Gerakan Amazing Quran Gempur Buta Aksara Al-Quran di Indonesia

Angkanya cukup mencengangkan. Data Kementerian Agama tahun 2024 menunjukkan, lebih dari 72% muslim di Indonesia ternyata belum bisa membaca Al-Quran. Fakta inilah yang mendorong digelarnya acara Amazing Quran, sebuah inisiatif dari Cinta Quran Foundation bersama Shafira Tour & Travel.

Inti kolaborasi ini sederhana namun ambisius: mewujudkan Indonesia bebas buta aksara Al-Quran. Mereka menyebutnya program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ).

Sebenarnya, program IBBQ ini sudah berjalan sejak 2015. Metodenya dirancang sederhana dan terukur, sehingga bisa diikuti siapa saja, dari anak kecil sampai orang tua. Hasilnya? Dalam sepuluh tahun, program ini telah menyentuh hidup lebih dari 350.000 orang di seluruh negeri.

Ustaz Fatih Karim, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, menekankan pentingnya gerakan ini.

"Amazing Quran adalah gerakan besar untuk mengembalikan kedekatan umat dengan Al-Quran. Ketenangan hidup tidak terpisahkan dari hubungan yang baik dengan Al-Qur’an," ujarnya pada Selasa malam (23/12).

“Banyak orang mencari ketenangan ke mana-mana, padahal semua jawaban sudah ada di Al-Quran. Tapi bagaimana bisa tenang kalau membacanya saja belum bisa? Karena itu, Amazing Quran kami dedikasikan untuk memberantas buta aksara Qur’an, agar rumah dan hati umat kembali bercahaya oleh ayat-ayat Allah,” sambungnya.

Dukungan nyata juga datang dari Bank Muamalat. Mereka menyalurkan bantuan sebesar Rp500 juta melalui Cinta Quran Foundation, dana yang secara khusus akan dipakai untuk menguatkan program IBBQ.

Nah, untuk Amazing Quran 2025 di Surabaya, panitia menghadirkan sejumlah nama yang cukup familiar. Selain Ustaz Fatih Karim, ada juga Ayah Risman, Bunda Elly Risman, Ustaz Rheza Rendy, Harri Firmansyah, hingga dua sosok dari dunia hiburan: Ivan Gunawan dan Ruben Onsu.

Ivan Gunawan memang dikenal kerap terlibat dalam aksi sosial. Belum lama ini, ia mendonasikan hasil penjualan tas mewahnya senilai Rp500 juta untuk pembangunan Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang.

“Kalau tas bisa habis dipakai orang untuk fashion, masjid bisa dipakai orang sujud selama puluhan tahun. Itu investasi terbaik,” kata Ivan.

Sementara itu, Ruben Onsu juga menyuarakan komitmen pribadinya. Dalam beberapa kesempatan, ia mengungkapkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri sesuai nilai-nilai Islam.

"Alhamdulillah semenjak saya mualaf, saya terus dikumpulkan dengan orang-orang baik, begitu juga saat ini, ada guru-guru kami, teman-teman yang selalu support saya dalam kebaikan, sehingga saya semakin semangat untuk menambah ilmu serta memperbaiki diri," ungkap Ruben.

Melalui gelaran di Surabaya ini, Cinta Quran Foundation dan Shafira ingin menegaskan satu hal: dakwah Al-Quran harus dinamis, butuh kolaborasi, dan yang paling penting, relevan dengan kondisi umat saat ini.

Dari kota pahlawan, semangat ini diharapkan bisa menyebar lebih luas. Tujuannya jelas: mempercepat terwujudnya impian Indonesia yang benar-benar bebas dari buta aksara Al-Quran.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar