Hanya sembilan suara. Itulah jumlah yang didapat AMR dalam pemilihan ketua RT di Kelurahan Kambu, Kendari, akhir pekan lalu. Sementara itu, lawannya yang incumbent berhasil meraup 42 suara. Kekalahan telak itu rupanya meninggalkan rasa tak enak yang dalam.
Dan esok paginya, Minggu (21/12/2025), terjadi sebuah kejadian yang bikin geleng-geleng. Sebuah mimbar kayu jati di masjid setempat, yang sebelumnya dihibahkan oleh AMR sendiri, tiba-tiba raib. Tindakan itu dilakukan diam-diam, tanpa sepengatahuan pengurus masjid.
"Sesuai hasil penghitungan suara, AMR hanya memperoleh 9 suara. Calon incumbent berhasil memenangkan pemilihan ketua RT dengan perolehan 42 suara,"
kata Lurah Kambu, Harisman, pada Senin (22/12/2025).
Ia lalu melanjutkan, "Sehari setelah pemilihan ketua RT dan AMR tidak terpilih, besok paginya dia bawa keluar mimbar dari masjid. Kemudian mimbar itu dibuang di pohon pisang yang masih dalam lindungan masjid."
Aksi pengambilan paksa itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Rekaman itulah yang kemudian beredar luas di media sosial, memantik berbagai reaksi. Banyak yang tak habis pikir, kok bisa-bisanya seseorang bertindak seperti itu cuma gara-gara tak terpilih jadi ketua RT. Rasanya, urusan jabatan kecil saja bisa memicu sikap yang sulit dimengerti.
Yang jelas, mimbar itu kini tak lagi di tempatnya. Hanya tersisa rasa kecewa dan pertanyaan tentang rasa kepemilikan yang berubah jadi kekecewaan yang pahit.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Australia Bentuk Joint Venture Pertanian
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan
Kecelakaan Beruntun di Tol Surabaya-Gempol Diduga Akibat Hilang Konsentrasi
Gerindra Minta Maaf dan Copot Atribut HUT Usai Kritik Masyarakat