“Email, ke 10 SMA. Jadi ancamannya akan dibom,” jelas Made.
Namun begitu, ada hal yang agak berbeda dari kasus teror biasanya. Ancaman ini ternyata tidak disertai permintaan uang atau tebusan sama sekali. Dari analisis awal polisi, gaya penulisan email itu mencurigakan seperti diketik oleh orang yang sedang tidak stabil jiwanya.
“Enggak sih, enggak minta imbalan. Sepertinya dari ketikannya seperti orang stres atau orang depresi. Tapi Jibom dan Gegana sudah melakukan pengecekan,” ujarnya.
Sepuluh sekolah yang dimaksud adalah SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1 Depok, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.
Di sisi lain, proses penyelidikan terus digenjot. Polisi masih menyisir bukti dan menelusuri asal-usul pengirim email ancaman itu. Tujuannya jelas: selain menjamin keamanan, juga agar pelaku bisa segera diidentifikasi dan diambil tindakan.
Artikel Terkait
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini, Sinyal Damai Muncul di Tengah Konflik
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang