Vaksin HPV Tak Lagi Eksklusif untuk Perempuan, Pria Jadi Sasaran Baru

- Selasa, 23 Desember 2025 | 12:00 WIB
Vaksin HPV Tak Lagi Eksklusif untuk Perempuan, Pria Jadi Sasaran Baru

Upaya pencegahan kanker di Indonesia bakal diperluas. Kementerian Kesehatan kini punya rencana untuk menggalakkan vaksinasi HPV tak hanya untuk perempuan, tapi juga untuk para pria. Targetnya jelas: mencegah berbagai jenis kanker mematikan, mulai dari yang menyerang penis hingga tenggorokan.

Selama ini, vaksin HPV kerap dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada wanita. Memang benar, Human Papillomavirus (HPV) itu adalah biang kerok utamanya. Tapi, jangan salah, virus yang sama juga bisa memicu masalah serius pada laki-laki. Kanker anus, penis, dan area tenggorokan (THT), plus kutil kelamin, bisa muncul akibat infeksi ini.

Nah, karena itulah vaksin ini sebenarnya dianjurkan untuk semua gender. Idealnya diberikan pada anak usia 9 hingga 14 tahun, sebelum mereka aktif secara seksual. Meski begitu, buat yang sudah dewasa pun vaksin ini masih bermanfaat, kok. Pemberiannya masih bisa dilakukan sampai usia 45 tahun.

Dalam sebuah acara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan hal ini.

“Sementara vaksinasi ini juga bisa untuk laki-laki, bisa terkena kanker penis, kanker anus, kanker THT. Maka vaksinasi ini juga akan dilakukan kepada pria juga,”

Menurutnya, perlu ada perluasan perspektif. Selama ini fokusnya cuma pada perempuan, padahal ancamannya nyata bagi semua orang.

Benjamin kemudian menjabarkan betapa ganasnya kanker serviks. Angka kematiannya tinggi dan daya bunuhnya mengerikan. Vaksin HPV, yang ditemukan dunia pada 2006 dan baru masuk Indonesia sepuluh tahun kemudian, hadir sebagai solusi pencegahan yang efektif.

“Jadi, kanker leher rahim itu kan sangat berbahaya. Angka kematiannya sangat tinggi. Kalau seorang wanita terkena kanker itu, sangat berbahaya dan daya bunuhnya sangat tinggi," ujar Benjamin.
"Maka, dunia baru menemukan vaksin ini tahun 2006, baru pertama kali ditemukan. Dan sampai di Indonesia, pertama kali vaksinasi ini dilakukan baru tahun 2016,” lanjutnya.

Kabar baiknya, sejak tahun 2023 lalu, vaksinasi HPV sudah masuk program nasional. Sasaran utamanya adalah anak-anak sekolah dasar, tepatnya yang duduk di kelas 5 dan 6. Yang menarik, program ini gratis. Dua kali penyuntikan diberikan tanpa biaya sepeser pun.

“Kalau usia di bawah 15 tahun, tolong dicatat ibu-ibu, diingatkan tetangganya, diingatkan semua, ini gratis untuk program ibu-ibu yang punya anak SD kelas 5 dan kelas 6 SD,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Benjamin berpesan. Ia mengajak semua pihak, bukan hanya yang hadir di acara itu, untuk aktif menyebarkan informasi ini. Cakupan imunisasi yang luas adalah kunci untuk menekan angka kanker di masa depan.

“Tolong bukan hanya kita di sini, tapi kita menyebarkan berita baik ini supaya anak-anak wanita kita divaksin, karena ini program nasional mulai 2023. Penting sekali dicatat,” pungkasnya.

Jadi, intinya, perlindungan lewat vaksin HPV kini semakin diperluas. Bukan cuma untuk anak perempuan, tapi juga untuk laki-laki. Langkah preventif sejak dini ini diharapkan bisa menjadi tameng yang kuat menghadapi ancaman kanker di kemudian hari.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar