Siklon Tropis Grant Menguat, Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan Jawa

- Selasa, 23 Desember 2025 | 11:24 WIB
Siklon Tropis Grant Menguat, Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan Jawa
Update Siklon Tropis Grant

Bibit Badai Kini Jadi Siklon Tropis Grant, Ancaman Gelombang Tinggi Mengintai

Bibit Siklon Tropis 93S yang sempat mengawali pergerakannya di selatan Jawa Timur pada 11 Desember lalu, akhirnya menunjukkan kekuatan penuhnya. Sistem tekanan rendah itu kini telah berkembang menjadi siklon tropis bernama Grant.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi perkembangan ini pada Selasa (23/12). Menurut pernyataan resmi mereka, peningkatan status terjadi tepat pada pukul 07.00 WIB pagi tadi.

“Terpantau Siklon Tropis Grant berkembang dari Bibit Siklon 93S sejak 11 Desember 2025 di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Timur dan mencapai intensitas siklon tropis pada 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Saat ini posisi berada di sekitar Samudera Hindia sebelah selatan Bengkulu,”

Nampaknya, Grant belum akan berhenti di situ. Dalam 24 jam ke depan, kekuatannya diprediksi bakal makin mengganas. Kecepatan angin maksimumnya diperkirakan merangkak naik, bahkan berpotensi masuk ke dalam kategori 2. Situasinya perlu terus dipantau.

Lalu, apa dampaknya buat kita? Meski posisinya masih di samudera, efek tidak langsungnya sudah bisa dirasakan. BMKG memperingatkan sejumlah wilayah perairan untuk waspada terhadap gelombang tinggi hingga Rabu (24/12) besok pagi.

Gelombang Laut Tinggi diperkirakan mencapai ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter. Wilayah yang perlu siaga antara lain:

  • Perairan barat Lampung
  • Selat Sunda, terutama bagian selatannya
  • Seluruh perairan di selatan Pulau Jawa
  • Kawasan Samudera Hindia barat Bengkulu sampai Lampung
  • Serta Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa

Sebenarnya, dampaknya sudah terasa sejak beberapa hari lalu. Saat masih berstatus bibit badai alias 93S, sistem ini sudah mendatangkan hujan lebat di Jawa dan Bali. Di Bali sendiri, curah hujan yang tinggi ditambah sistem drainase yang kurang optimal memicu genangan dan banjir di beberapa lokasi.

Kini dengan statusnya yang meningkat, kewaspadaan tentu harus ditingkatkan. Nelayan dan kapal yang beraktivitas di zona berisiko disarankan untuk menunda pelayaran. Masyarakat pesisir juga diimbau tetap memantau perkembangan informasi terbaru dari BMKG.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar