Liburan Natal dan Tahun Baru di Puncak, Cianjur, bakal terasa berbeda tahun depan. Pasalnya, ada larangan operasional untuk ratusan angkutan kota di kawasan wisata itu. Tepatnya, sebanyak 671 angkot dilarang mangkal dan beroperasi selama periode liburan panjang 2025-2026.
Kebijakan ini langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuannya sederhana: mengurai kemacetan yang sudah jadi langganan setiap liburan panjang. Larangan akan berlaku di sepanjang jalur wisata Puncak, dari Cipanas di Kabupaten Cianjur hingga perbatasan Bogor.
Menurut Aris Haryanto, Kepala Dinas Perhubungan Cianjur, larangan ini akan diterapkan dalam dua tahap. "Pertama tanggal 24-25 Desember, lalu yang kedua 30-31 Desember 2025," jelasnya, Selasa (23/12).
Nah, buat para sopir angkot yang kena imbas, pemerintah sudah siapkan kompensasi. Gak tanggung-tanggung, nilainya Rp 200 ribu per hari. "Dengan empat hari larangan, total kompensasi yang diterima setiap sopir mencapai Rp 800 ribu," tambah Aris. Jumlah angkot yang terdampak sendiri terdata 671 unit.
Soal persiapan, sosialisasi ke para sopir dan paguyuban angkot sudah dilakukan. Harapannya, pelaksanaan di lapangan nanti bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Di sisi lain, langkah antisipasi kemacetan tak cuma berhenti di larangan angkot. Polisi juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di titik rawan. Kasatlantas Polres Cianjur, AKP M Hardian Andrianto, menyebutkan bahwa kanalisasi akan diterapkan di sepanjang kawasan Pasar Cipanas.
"Dengan sistem kanalisasi ini, kendaraan yang mau masuk pasar tidak akan menumpuk di jalur utama. Arus lalu lintas diharapkan bisa lebih teratur," ujar Hardian.
Selain itu, jajarannya juga menyiagakan tim khusus. Tim urai ini akan bergerak mobile, siap diterjunkan ke titik-titik padat. "Mereka bertugas mengurai kemacetan begitu terlihat penumpukan. Dua tim kami siagakan, satu di jalur Puncak-Cipanas dan satu lagi di Jalan Raya Bandung, Ciranjang," pungkas Hardian.
Jadi, begitulah rencana penanganan liburan di Puncak tahun depan. Larangan angkot, kompensasi untuk sopir, plus rekayasa lalu lintas. Tinggal tunggu hasilnya di lapangan.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Australia Bentuk Joint Venture Pertanian
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan
Kecelakaan Beruntun di Tol Surabaya-Gempol Diduga Akibat Hilang Konsentrasi
Gerindra Minta Maaf dan Copot Atribut HUT Usai Kritik Masyarakat