Kepergian Ustadz Muhammad Jazir ASP ternyata meninggalkan duka yang tak cuma dirasakan oleh kalangan muslim. Ada sesuatu yang menyentuh dari cara beliau hidup dan berdakwah, rupanya. Buktinya, apresiasi tulus justru datang dari mereka yang berbeda keyakinan.
Daniel Hananya Sinaga, misalnya. Lewat sebuah unggahan di media sosial, ia menyampaikan rasa hormatnya yang mendalam.
"Kalau semua pemuka agama seperti Pak ustaz ini, sebagian besar masalah Indonesia terselesaikan dengan cepat," tulisnya.
Ia melanjutkan, "Semua Sumber daya dikerahkan untuk membantu yang kekurangan. Turut berdukacita atas berpulangnya Ustaz Muhammad Jazir. Konsepnya dalam mengelola Masjid jadi panutan banyak orang."
Ungkapan itu sederhana, tapi punya bobot. Menunjukkan bahwa karya dan ketulusan seseorang bisa melampaui batas-batas yang seringkali kita buat. Dalam kesibukan dan keriuhan dunia, sosok seperti almarhum Ustadz Jazir mengingatkan kita pada hal-hal yang mendasar: gotong royong, kepedulian, dan pengabdian tanpa pamrih.
Memang, kehilangan seperti ini terasa berat. Namun begitu, warisan pemikiran dan teladannya, sebagaimana diakui banyak pihak, nampaknya akan terus hidup dan menginspirasi.
Artikel Terkait
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak