Ia melanjutkan, "Semua Sumber daya dikerahkan untuk membantu yang kekurangan. Turut berdukacita atas berpulangnya Ustaz Muhammad Jazir. Konsepnya dalam mengelola Masjid jadi panutan banyak orang."
Ungkapan itu sederhana, tapi punya bobot. Menunjukkan bahwa karya dan ketulusan seseorang bisa melampaui batas-batas yang seringkali kita buat. Dalam kesibukan dan keriuhan dunia, sosok seperti almarhum Ustadz Jazir mengingatkan kita pada hal-hal yang mendasar: gotong royong, kepedulian, dan pengabdian tanpa pamrih.
Memang, kehilangan seperti ini terasa berat. Namun begitu, warisan pemikiran dan teladannya, sebagaimana diakui banyak pihak, nampaknya akan terus hidup dan menginspirasi.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS