Pakar politik Rocky Gerung juga angkat bicara soal fenomena ini.
Harus diingat, menyampaikan fakta itu bukan makar. Warga dan influencer yang bagi-bagi info dari lapangan sebenarnya sedang melakukan fungsi kontrol sosial. Mereka mengisi celah yang sering tak terjangkau laporan resmi. Menyerang mereka bukan cuma mengancam individu, tapi juga kebebasan berekspresi dan hak publik untuk tahu.
Kalau pemerintah anggap narasi yang beredar itu keliru, intimidasi bukan jawabannya. Cara terbaik adalah buka data, transparan, dan dialog. Negara yang kuat tidak takut kritik. Justru dengan keterbukaan, legitimasi dan kepercayaan bisa dibangun kembali.
Pada akhirnya, bencana itu ujian bukan cuma buat alam, tapi juga buat kemanusiaan dan cara negara memperlakukan rakyatnya di saat genting. Transparansi itu kebutuhan mendesak. Bukan ancaman.
Artikel Terkait
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI
Penumpang Meninggal Dunia di Kapal Feri Kolaka-Bajoe
Ketua KKSS: Kualitas dan Nasionalisme Pengusaha Kunci Percepatan Ekonomi Nasional