“Saya rasa buat sementara cukup, tapi untuk keseluruhannya tidak cukup,” katanya lagi dengan nada realistis.
Langkah sekarang difokuskan pada persiapan lahan. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait akan segera menurunkan alat berat untuk normalisasi. “Supaya cepat lah. Memang ini harus kita benahi semua. Semua beko-beko kita kerahkan untuk normalisasi,” tegas Mualem.
Secara keseluruhan, BNPB sebenarnya telah menyiapkan 44.045 unit huntara untuk tiga provinsi di Pulau Sumatra. Rinciannya, Sumatera Barat dapat 2.559 unit, Sumatera Utara 5.158 unit, dan Aceh mendapat jatah terbanyak, 36.328 unit.
Namun begitu, data terbaru dari posko tanggap darurat Aceh per Minggu (21/12) justru menunjukkan betapa luasnya kerusakan. Rumah rusak tercatat 119.219 unit. Belum lagi infrastruktur pendukung seperti 631 tempat ibadah, 452 sekolah, dan 192 RS serta puskesmas yang ikut hancur atau rusak.
Kerugian juga meluas ke sektor ekonomi warga. Jalan dan jembatan putus di ratusan titik. Lahan pertanian dan perkebunan yang terendam atau tertimbun mencapai puluhan ribu hektare, sebuah pukulan telak bagi kehidupan masyarakat di sana.
Fakta-fakta itu semakin mengukuhkan bahwa pekerjaan rumah untuk pemulihan Aceh dan wilayah sekitarnya masih sangat panjang. Butuh komitmen dan aksi nyata yang lebih masif lagi.
Artikel Terkait
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI
Penumpang Meninggal Dunia di Kapal Feri Kolaka-Bajoe