Mensos Salurkan Bantuan Rp 433 Juta untuk Disabilitas Korban Banjir Sibolga

- Minggu, 21 Desember 2025 | 22:18 WIB
Mensos Salurkan Bantuan Rp 433 Juta untuk Disabilitas Korban Banjir Sibolga

Banjir bandang yang menerjang Sibolga tak hanya meninggalkan lumpur. Bagi warga penyandang disabilitas, bencana itu memperparah kerentanan mereka. Menyikapi hal ini, Kementerian Sosial turun tangan dengan menyalurkan bantuan khusus.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf sendiri yang menyerahkan bantuan itu di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga, Minggu lalu. Bantuan yang diberikan berupa program ATENSI dan ratusan paket sembako untuk meringankan beban.

“Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan, “Saya diberikan data yang lengkap sehingga mempermudah kami untuk menyalurkan bantuan. Saya juga berterima kasih kepada RBM Hephata yang berperan membantu penyandang disabilitas, termasuk yang membutuhkan trauma healing akibat bencana.”

Secara rinci, bantuan yang digelontorkan mencapai nilai Rp 433,3 juta. Isinya beragam; ada 407 paket sembako, lalu 13 unit kursi roda, dan juga 2 paket kruk. Ini semua hasil kolaborasi Kementerian Sosial, Komnas Disabilitas, dan tentu saja RBM Hephata setempat.

Kehadiran negara bagi kelompok rentan pascabencana, menurut Mensos, adalah hal yang mutlak. Perlindungan dan pemulihan harus benar-benar dirasakan.

Di sisi lain, apresiasi datang dari Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik. Ia melihat langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata.

“Kami mengapresiasi Kementerian Sosial dan pihak-pihak lain yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas,” ungkap Jonna.

“Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa negara benar-benar hadir melalui peran dan fungsi masing-masing,” tegasnya.

Rasa syukur yang sama terpancar dari Risma Siregar, Direktur Panti Karya RBM Hephata. Ia bahkan merasa terkejut dengan respons yang cepat dari pemerintah.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Bahkan sebelum kami menyampaikan isi lubuk hati kami, Bapak Menteri sudah menjawabnya,” tutur Risma.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi jangka panjang. “Dalam rangka mewujudkan masyarakat inklusif tahun 2030, para penyandang disabilitas perlu terus diberdayakan. Bapak dari Kementerian Sosial, kami dari umat Kristiani pelayan bidang sosial, kita bersama-sama melayani masyarakat.”

Kolaborasi semacam ini, harapannya, bisa memenuhi kebutuhan dasar dan psikososial para penyandang disabilitas korban banjir. Bukan sekadar bantuan satu kali, tapi upaya pemulihan yang berkelanjutan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar