Banjir bandang yang menerjang Sibolga tak hanya meninggalkan lumpur. Bagi warga penyandang disabilitas, bencana itu memperparah kerentanan mereka. Menyikapi hal ini, Kementerian Sosial turun tangan dengan menyalurkan bantuan khusus.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sendiri yang menyerahkan bantuan itu di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga, Minggu lalu. Bantuan yang diberikan berupa program ATENSI dan ratusan paket sembako untuk meringankan beban.
“Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan, “Saya diberikan data yang lengkap sehingga mempermudah kami untuk menyalurkan bantuan. Saya juga berterima kasih kepada RBM Hephata yang berperan membantu penyandang disabilitas, termasuk yang membutuhkan trauma healing akibat bencana.”
Secara rinci, bantuan yang digelontorkan mencapai nilai Rp 433,3 juta. Isinya beragam; ada 407 paket sembako, lalu 13 unit kursi roda, dan juga 2 paket kruk. Ini semua hasil kolaborasi Kementerian Sosial, Komnas Disabilitas, dan tentu saja RBM Hephata setempat.
Kehadiran negara bagi kelompok rentan pascabencana, menurut Mensos, adalah hal yang mutlak. Perlindungan dan pemulihan harus benar-benar dirasakan.
Di sisi lain, apresiasi datang dari Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik. Ia melihat langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata.
Artikel Terkait
PSBM XXVI Fokus Angkat Kopi Sulsel ke Pasar Global
Ambulans Kosong Ditegur Polisi karena Nyalakan Sirene Saat Macet Arus Balik
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Galeri24 dan UBS Anjlok
Puncak Arus Balik, Pelabuhan Merak Dipadati Ribuan Kendaraan