“Ini tentang berbagi sukacita,” ujar salah seorang relawan tentang aksi mereka.
Dengan memakai kostum ikonik itu, mereka bukan sekadar bagi-bagi hadiah. Lebih dari itu, mereka ingin merayakan semangat Natal yang hangat dan inklusif. Khususnya bagi anak-anak di pedesaan dan pemukiman tepi sungai Amazon, yang mungkin jarang merasakan kemeriahan seperti di kota.
Jadi, bayangkan saja. Di tengah lebatnya Amazon, sosok Sinterklas muncul dari balik pepohonan dengan kano. Bagi anak-anak di sana, momen itu pasti jadi kejutan yang tak terlupakan.
Artikel Terkait
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000 per Gram
Petugas Sampah dari Parangloe: Kisah Ironi di Balik Pembangunan
Ini Tata Cara dan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadhan
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan