Di sisi lain, setelah makanan itu dikonsumsi anak-anak, siapa yang bisa menelusuri kebenarannya? Makanan sudah berubah jadi kotoran. Bahkan untuk sampel makanan yang terbuang pun, buktinya sulit dilacak. Semuanya seperti menghilang begitu saja.
Makanya, terkesan bego kalau sekarang masih main proyek ijon model lama. Jauh lebih cerdas kalau fokus bikin dapur penyelenggara MBG. Cukup punya 100 dapur, misalnya. Wah, hitung-hitungannya bisa bikin mata berbinar. Uang yang mengalir bisa lebih dari 1 triliun per tahun. Gila, kan?
Pada akhirnya, banyak yang berkomentar bahwa langkah ini seperti memberi jalan keluar yang mulus. Sebuah skema bagi-bagi proyek yang terlihat legal dan terasa aman dari segala tuntutan.
(By Tere Liye)
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Pelanggaran, 1.030 Dapur Ditangguhkan
TAUD Kritik Penanganan Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Desak Pengadilan Sipil
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun