Virgoun mengakui kesalahannya di masa lalu. Namun, dia meminta orang-orang menggunakan nalar. Baginya, Inara adalah manusia dewasa, seorang ibu, yang juga paham agama. Pilihan hidupnya sekarang, kata Virgoun, adalah tanggung jawabnya sendiri.
Dia bahkan menyebut dapat DM yang menuding ada buzzer tertentu di balik ini, meski dia memilih tak percaya.
Intinya, Virgoun pengin move on. Dia berharap di masa depan namanya tak lagi dikait-kaitkan dengan setiap masalah Inara. Dan soal saran rujuk? Itu dia benci betul.
Pertanyaan retoris itu menggambarkan kekesalannya. Dia bingung, bagaimana caranya bersikap bodo amat terhadap masalah orang yang, bagaimanapun, adalah ibu dari anak-anaknya.
Poin terakhirnya jelas. Dia terbuka pada semua saran, kecuali satu: rujuk. Virgoun tampaknya sudah menutup pintu itu untuk selamanya.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi