Jakarta Angka korban jiwa terus merangkak naik. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ternyata belum usai. Laporan terbaru dari BNPB mencatat penambahan korban meninggal, memperpanjang daftar duka yang sudah begitu panjang.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan keterangan pers pada Jumat sore, 19 Desember 2025.
"Per hari ini, total korban meninggal di ketiga provinsi bertambah tiga orang," ujarnya.
"Dari angka 1.068 kemarin, kini menjadi 1.071 jiwa."
Rinciannya suram. Aceh masih menanggung beban terberat dengan 455 korban meninggal. Disusul Sumatera Utara 369 jiwa, dan Sumatera Barat 247 jiwa. Belum lagi mereka yang masih dicari. Saat ini, tercatat 185 orang dinyatakan hilang. Situasinya benar-benar memilukan.
Di sisi lain, ada sedikit titik terang. Jumlah pengungsi ternyata berkurang, meski angkanya masih sangat besar.
"Warga yang masih mengungsi turun dari 537.185 menjadi 526.868 jiwa," terang Abdul Muhari.
Namun begitu, tanggap darurat masih berlaku di 27 kabupaten dan kota. Artinya, keadaan belum benar-benar normal. Pemerintah mengklaim upaya pemulihan sudah digeber. Fokusnya sekarang pada penyediaan tempat tinggal bagi mereka yang kehilangan rumah.
"Langkah percepatan pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara di lokasi terdampak sudah mulai dikerjakan," tandasnya.
Upaya itu tentu butuh waktu. Sementara bagi ratusan ribu pengungsi dan keluarga korban, hari-hari terasa berat dan panjang.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai