Komentar itu, jujur saja, mewakili perasaan sebagian netizen yang melihat langsung aksi relawan di lapangan. Ada nada kagum, tapi juga kecewa. Mereka melihat kerja cepat dan terorganisir justru datang dari pihak non-pemerintah.
Di sisi lain, video lain yang beredar dari akun @indepenSumatera semakin melengkapi gambaran situasi. Ferry Irwandi memang tampak serius mengarahkan timnya, seolah-olah dialah komandan lapangan yang paling paham medan.
Fenomena ini jadi menarik untuk diamati. Di satu sisi, respons masyarakat sipil terhadap bencana terlihat sangat tanggap dan solid. Namun begitu, hal itu justru memunculkan pertanyaan besar tentang peran dan efektivitas lembaga resmi yang seharusnya berada di garda terdepan. Seperti ada dua dunia yang berjalan sendiri-sendiri: satu bergerak cepat di lapangan, sementara yang lain mungkin masih sibuk dengan prosedur.
Yang jelas, kerja keras Ferry dan para relawan itu tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka ada di sana, menginjak lumpur, membagi-bagikan bantuan, dan punya peta detail di tangan. Itu fakta yang tak terbantahkan.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal
Kim Jong Un Kembali Pimpin Korea Utara, Kim Yo Jong Tak Masuk Komisi Urusan Negara
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sebagian Besar Sulawesi Selatan
Tanjung Pallette Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran, Namun Angka Turun Dibanding Tahun Lalu