Aktivis Galang Rp 10 Miliar untuk Korban Bencana, Netizen Soroti Peran Pemerintah

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 06:20 WIB
Aktivis Galang Rp 10 Miliar untuk Korban Bencana, Netizen Soroti Peran Pemerintah

Belakangan ini, jagat maya diramaikan oleh sebuah video. Isinya memperlihatkan Ferry Irwandi aktivis sekaligus konten kreator sedang memaparkan strategi penanganan pasca bencana di Sumatra. Yang menarik, pemetaan wilayah yang dia tunjukkan terlihat sangat rinci dan detail.

Tak cuma omong doang, Ferry ternyata langsung turun ke lapangan. Dia memilih fokus ke Aceh, wilayah yang disebut-sebut paling parah terdampak. Aksi nyatanya pun konkret: dalam waktu singkat, penggalangan dananya berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 10 miliar. Dan sampai sekarang, dia masih berada di lokasi, mengomandoi para relawan yang bergerak.

Video itu memantik banyak reaksi. Salah satunya datang dari akun X, @DenasIdn1.

"Gila ini sih harus nya BNPB … tapi ko NGO/Relawan yg tahu persis sampe maping daerah2 mana yang harus mereka distribusikan kebutuhan makanan obat-obatan bahkan tim medis ke lokasi. Harus nya gw bayar pajak ke mereka ini. Bukan ke negara,"

Komentar itu, jujur saja, mewakili perasaan sebagian netizen yang melihat langsung aksi relawan di lapangan. Ada nada kagum, tapi juga kecewa. Mereka melihat kerja cepat dan terorganisir justru datang dari pihak non-pemerintah.

Di sisi lain, video lain yang beredar dari akun @indepenSumatera semakin melengkapi gambaran situasi. Ferry Irwandi memang tampak serius mengarahkan timnya, seolah-olah dialah komandan lapangan yang paling paham medan.

Fenomena ini jadi menarik untuk diamati. Di satu sisi, respons masyarakat sipil terhadap bencana terlihat sangat tanggap dan solid. Namun begitu, hal itu justru memunculkan pertanyaan besar tentang peran dan efektivitas lembaga resmi yang seharusnya berada di garda terdepan. Seperti ada dua dunia yang berjalan sendiri-sendiri: satu bergerak cepat di lapangan, sementara yang lain mungkin masih sibuk dengan prosedur.

Yang jelas, kerja keras Ferry dan para relawan itu tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka ada di sana, menginjak lumpur, membagi-bagikan bantuan, dan punya peta detail di tangan. Itu fakta yang tak terbantahkan.

Komentar