Nah, di sinilah poinnya. Dokter Tifa mengancam eh, maksudnya menyatakan akan mendatangkan tim ahli khusus. Bukan ahli biasa. Dia akan bawa ahli neuroscience behavior dan ahli epidemiologi perilaku. Tujuannya satu: mengorek ingatan Jokowi sampai ke akar-akarnya.
Uraiannya yang teknis dan penuh istilah medis itu seolah menggambarkan sebuah interogasi ilmiah yang sangat detail. Setelah pernyataan itu meluncur, suasana di studio sempat hening. Seolah para hadirin mencerna betapa seriusnya ancaman atau lebih tepatnya, skenario yang diajukan.
Reaksi pun berdatangan dari publik. Di media sosial, pernyataan Dokter Tifa langsung jadi buah bibir. Sebagian mendukung penuh, berharap kebenaran terungkap. Sebagian lagi mungkin mengernyit, mempertanyakan metode dan muatan politis di baliknya.
Yang jelas, pernyataan di acara itu bukan sekadar omongan. Ia seperti melempar sarung tangan, menantang kubu lain untuk membuktikan klaimnya. Sekarang, bola ada di pihak Jokowi. Mau diapakan ultimatum ini? Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sebagian Besar Sulawesi Selatan
Tanjung Pallette Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran, Namun Angka Turun Dibanding Tahun Lalu
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional