Operasi tangkap tangan digelar KPK di Bekasi, Jawa Barat. Targetnya? Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Ia diamankan dalam sebuah penyergapan yang diatur rapi oleh tim antirasuah itu.
Konfirmasi datang langsung dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Jumat dini hari (19/12).
“Benar, salah satunya [Bupati Bekasi ditangkap],” katanya kepada para wartawan yang sudah menunggu.
Menurut Budi, Ade Kuswara kini sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Benar, masih dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya singkat. Tak cuma sang bupati, sekitar sepuluh orang lainnya juga diamankan dalam operasi ini. Identitas mereka dan konstruksi perkara yang dibangun KPK masih disimpan rapat-rapat.
Sebelum penangkapan, langkah pencegahan sudah dilakukan. Ruang kerja Ade Kuswara di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, disegel. Garis merah-hitam khas KPK terpasang di pintunya, sebuah pemandangan yang jarang tapi penuh makna.
Tak berhenti di situ. Beberapa ruangan di dinas teknis lain juga ikut dikunci. Aparat keamanan berjaga ketat, mengawasi setiap gerak-gerik di koridor yang sepi. Tujuannya jelas: mengamankan dokumen dan barang bukti yang diduga terkait kasus ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Bekasi maupun Ade Kuswara sendiri masih bungkam. Belum ada tanggapan resmi terkait penyegelan, apalagi penangkapan yang mengguncang wilayah itu.
Operasi ini jelas bukan aksi biasa. Ia meninggalkan banyak tanda tanya, sekaligus sebuah peringatan keras. Semua kini menunggu perkembangan selanjutnya dari KPK.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Usul Kenaikan Tarif BBNKB dari 7 Persen Menjadi 10 Persen
Bupati Bone Terobos Banjir di Watampone, Borong Kue Pedagang untuk Korban
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Bone, Pemkab Tetapkan Status Siaga Satu
Rayo Vallecano Pastikan Tiket Final UEFA Conference League 2026 Usai Kalahkan Strasbourg