Anggaran Mengendap, Rp4,5 Triliun Kembali ke Kas Negara

- Rabu, 17 Desember 2025 | 11:50 WIB
Anggaran Mengendap, Rp4,5 Triliun Kembali ke Kas Negara

Anggaran yang dikembalikan ke kas negara ternyata sudah menembus angka Rp4,5 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengungkapkannya, Rabu (17/12/2025) lalu di sekitar Istana Kepresidenan. Dan tampaknya, angka itu belum final.

"Tambah lagi sedikit mungkin," ujar Purbaya kepada para wartawan yang mengepungnya.

Kalau kita lihat ke belakang, di pertengahan November lalu, nilai pengembalian baru sekitar Rp3,5 triliun. Artinya, dalam waktu singkat, ada tambahan Rp1 triliun lagi yang masuk. Cukup signifikan, bukan?

Soal sumbernya, Purbaya cukup jelas. Pengembalian itu berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga yang dinilai lamban dalam merealisasikan anggaran belanjanya. Dia sudah melaporkan hal ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Tapi, ketika ditanya lebih detail instansi mana saja yang bermasalah, Purbaya memilih tutup mulut. Enggan menyebutkan namanya satu per satu.

Meski begitu, dia membenarkan bahwa memang ada realisasi yang tersendat. Bahkan, sebagian sudah mengambil langkah untuk mengembalikan sisa dananya ke Kemenkeu.

Dari kacamata Purbaya, pola seperti ini sepertinya sudah jadi hal yang biasa. Dia memprediksi, rata-rata penyerapan anggaran hingga akhir tahun nanti cuma akan nyentuh 95 persen dari total APBN.

"Saya belum lihat. Tapi ada, dan sebagian juga dibalikin. Ya tapi begitu lah, kita perkirakan biasanya memang hanya 95 persen dari APBN yang terserap," katanya dengan nada yang sudah seperti mengantisipasi.

Namun begitu, jangan dulu berkesimpulan final. Menurut Menkeu, proses audit masih terus bergulir sampai akhir tahun. Masih ada waktu bagi kementerian dan lembaga untuk menyerap anggarannya.

"Ini kan belum selesai nih, masih jalan terus kan, audit finalnya kita lihat kan di akhir tahun. Ini masih tanggal 15 kan, mungkin ada penyerapan-penyerapan baru," tuturnya memberi penekanan.

Jadi, meski angka Rp4,5 triliun terlihat besar, ceritanya mungkin belum selesai. Kita tunggu saja laporan akhir tahun nanti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar