Nah, bicara soal pengelolaan, Prabowo punya perhatian khusus untuk dana otonomi khusus (otsus) Papua yang nilainya tak main-main Rp 10 triliun di tahun 2026. Dana segitu, kata dia, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan untuk hal-hal yang kurang penting.
Tak berhenti di situ, ia pun menanyakan komitmen mereka secara langsung. "Bisa? Bisa ya?" tanya Prabowo.
Dan ruangan pun bergemuruh dengan jawaban serempak, "Bisa."
Ia bahkan memberi tugas spesifik kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk mengawasi. "Nanti Mendagri awasi ya, jangan ada gubernur bupati terlalu lama di Jakarta," tuturnya setengah bergurau, tapi serius.
Penutup dengan Pesan Pelestarian Alam
Arahan panjang itu ditutup dengan nada yang lebih hangat, mengingatkan akan anugerah yang sudah dimiliki Papua. Prabowo menyebut medan di sana memang sulit, tapi potensi dan keindahannya tak terbantahkan.
Terutama Raja Ampat.
"Kita harus jaga ya Raja Ampat," sambungnya. Pesannya spesifik: kawasan wisata mahsyur itu, dengan pantai biru Piyainemo yang memukau, harus dilindungi dari "tangan-tangan kotor" wisatawan yang tak bertanggung jawab. Begitu pula dengan destinasi lain di bumi Papua. Semua harus dijaga, sebagai warisan untuk generasi mendatang.
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus