“Prinsip toleransi dan moderasi beragama tetap kita jaga, dengan tetap menghormati batas ajaran dan tradisi masing-masing agama.”
Lebih lanjut, Romo menyebut Kemenag berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Tujuannya agar umat beragama, khususnya dalam momentum Natal dan Tahun Baru, bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat. Koordinasi dengan aparat keamanan, baik di pusat maupun daerah, akan terus diperkuat untuk mendukung hal itu.
Ia kembali menekankan satu poin kunci. Kerukunan beragama, dalam pandangannya, tidak lahir dari pencampuradukkan keyakinan.
“Kerukunan tidak lahir dari mencampuradukkan keyakinan,” tandas Romo Syafi’i.
“Tetapi dari saling menghormati dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.”
Pernyataan itu sekaligus menutup penjelasannya, menegaskan kembali fondasi hubungan antaragama yang ingin dibangun: menghormati perbedaan, bukan mengaburkannya.
Artikel Terkait
SBY Rayakan Lebaran dengan Open House Internal di Cikeas, AHY Dampingi Presiden
KPK Tahan Mantan Stafsus Menag Gus Alex Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga