Bayangkan saja, saat itu Pantai Bondi sedang ramai oleh pengunjung yang merayakan Hanukkah, hari raya Yahudi. Suasana sukacita itu berubah seketika jadi mimpi buruk. Insiden ini tercatat sebagai salah satu penembakan paling mematikan yang pernah terjadi di Australia.
Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese memberikan pernyataan yang cukup mencengangkan. Ia menyebut bahwa pelaku penembakan terpapar ideologi ISIS.
Pernyataan itu semakin menegaskan kompleksitas motif di balik aksi brutal tersebut. Sebuah rencana yang, rupanya, sudah disiapkan jauh sebelum hari nahas itu tiba.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral