Bayangkan saja, saat itu Pantai Bondi sedang ramai oleh pengunjung yang merayakan Hanukkah, hari raya Yahudi. Suasana sukacita itu berubah seketika jadi mimpi buruk. Insiden ini tercatat sebagai salah satu penembakan paling mematikan yang pernah terjadi di Australia.
Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese memberikan pernyataan yang cukup mencengangkan. Ia menyebut bahwa pelaku penembakan terpapar ideologi ISIS.
Pernyataan itu semakin menegaskan kompleksitas motif di balik aksi brutal tersebut. Sebuah rencana yang, rupanya, sudah disiapkan jauh sebelum hari nahas itu tiba.
Artikel Terkait
Yanuar Nugroho Sindir MBG: Proyek yang Abaikan Akal Sehat
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang
Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabilitas atau Kekosongan Makna di Era Prabowo?
Mekanisme Ajaib dalam Tubuh: 10.000 Kerusakan DNA Diperbaiki Setiap Hari