Cuaca Lampung Pekan Depan: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Bandar Lampung – Warga Lampung, bersiap-siaplah. Selama tujuh hari ke depan, langit di atas provinsi ini diprediksi bakal cukup ramai dengan aktivitas cuaca. Kondisi atmosfer masih terpantau aktif, dan ini bukan tanpa sebab.
Penyebab utamanya ada dua. Pertama, gelombang frekuensi rendah yang nampaknya betah berlama-lama di sekitar Selat Sunda. Kedua, dan ini yang cukup signifikan, kehadiran Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. Menurut pantauan, siklon ini bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan angin maksimum mencapai 60 knot. Tekanan udaranya tercatat 984 hPa.
Dampaknya langsung terasa. Kecepatan angin di perairan barat Lampung melonjak jadi lebih dari 25 knot. Tak cuma itu, sistem siklon ini juga membentuk daerah pertemuan angin di wilayah barat Sumatra. Hasilnya? Tumbuhnya awan-awan hujan jadi lebih mudah dan masif.
Faktor pendukung lain juga ikut bermain. Suhu permukaan laut di sekitar Lampung terukur hangat, antara 29 sampai 30 derajat Celsius. Kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang negatif, ditambah kelembapan udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer, menyediakan "bahan baku" uap air yang melimpah. Kombinasi semua elemen ini bakal menyuplai energi untuk pembentukan awan hujan.
Khususnya untuk daerah pesisir barat, utara, tengah, timur, dan selatan Lampung, potensi hujan perlu diwaspadai.
Secara umum, cuaca diperkirakan akan bervariasi antara cerah berawan sampai berawan penuh. Tapi, hujan ringan hingga sedang sangat mungkin mengguyur, terutama pada siang, sore, malam, hingga dini hari. Di beberapa lokasi, intensitasnya bisa meningkat jadi lebat, lengkap dengan iringan petir dan angin kencang yang menyapu.
Nah, untuk detail wilayahnya, begini perkiraan BMKG.
Artikel Terkait
Prabowo Pacu Proyek 141 Ribu Rumah Subsidi, Cikarang Jadi Lokomotif
Makan Bergizi Lebih Mendesak, Bappenas: Kasih Kail, Bisa Keburu Mati Duluan
Kebakaran Cikini Padam, Listrik Warga Terganggu
Putri Stalin yang Membelot: Kisah Pelarian Svetlana ke Barat