Di sebuah sudut Lower Saxony, Jerman, ada rumah yang nyaris tak bisa dikenali lagi. Ia berubah menjadi lautan cahaya dan warna setiap akhir tahun. Kini, rumah itu kembali mencatatkan namanya di buku rekor dunia, berkat dekorasi Natal yang jumlahnya benar-benar tak biasa: 621 pohon Natal.
Pohon-pohon warna-warni itu, dengan hiasan berkelap-kelip, memenuhi setiap sudut. Dari halaman depan, merambat ke dinding, bahkan sampai ke dalam rumah termasuk kamar mandi. Rasanya, sulit mencari tempat yang tidak tersentuh semangat Natal di sana.
Di balik fenomena ini ada keluarga Thomas Jeromin. Mereka lah otak sekaligus tenaga yang setiap tahun mengubah rumah biasa menjadi semacam negeri dongeng musim dingin.
Thomas sendiri mengaku terharu dengan respons warga.
"Bagi saya, ini sungguh luar biasa, sangat indah," ujarnya. "Baik muda maupun tua, orang-orang datang ke sini dan pergi dengan senyum di wajah mereka."
Pencapaian ini bukanlah yang pertama. Faktanya, keluarga Jeromin sudah enam kali memecahkan rekor serupa. Mereka memulai tradisi unik ini sejak 2017, dan terus bertahan hingga 2021. Setelah jeda singkat, mereka kembali mencatatkan rekor di 2023 dan sekarang, 2024.
Bayangkan, untuk menyiapkan semuanya, proses dekorasi sudah dimulai sejak Juni lalu. Hampir setengah tahun dihabiskan untuk merencanakan dan menata ratusan pohon itu agar sempurna. Itu adalah komitmen yang luar biasa, sebuah proyek cinta yang dilakukan berulang-ulang.
Jadi, bila Anda kebetulan melintas di Lower Saxony saat liburan, mungkin Anda akan menemukan rumah ini. Sebuah rumah yang, bagi pemiliknya, bukan sekadar tentang memecahkan rekor. Tapi lebih tentang menyebarkan kebahagiaan satu pohon Natal, satu senyum, pada satu waktu.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1