Wasekjen IA-ITB: Semangat Juang GIN2 Harus Jadi Ruh Alumni ITB
Rapat Kerja Nasional IA-ITB 2025 akhirnya usai digelar. Bertempat di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, acara yang mengusung tema “Merangkai Sinergi Alumni ITB untuk Indonesia” ini mendapat apresiasi dari salah satu pengurusnya. Wakil Sekretaris Jenderal IA-ITB, Ilma Mauldhiya Herwandi, melihat momentum ini sebagai sesuatu yang krusial.
Bagi Ilma, alumni Teknik Perminyakan angkatan 2015 ini, Rakernas bukan sekadar acara formal. Ia menilai forum ini adalah ruang konsolidasi yang penting. Tempat di mana gagasan dan semangat kebersamaan antar generasi alumni bisa dirajut kembali. Terutama di tengah berbagai tantangan nasional yang menanti.
“Kurang dari 20 tahun lagi, Indonesia akan mencapai usia keemasannya di tahun 2045. Sudah saatnya alumni ITB bersinergi, saling bahu-membahu. Wis wayahe gotong royong untuk Republik ini,”
tegas Ilma saat berbincang, Jumat (13/12/2025). Menurutnya, bangsa ini sedang berada di fase yang menentukan, mendekati satu abad kemerdekaan.
Nilai pengabdian pada bangsa, ia akui, adalah sesuatu yang sudah ditanamkan sejak di Kampus Ganesha. Namun begitu, nilai itu tak boleh berhenti sebagai kenangan. Ia harus diwujudkan.
“Sejak dulu, kita sudah dikader dan ditanamkan nilai untuk berbakti kepada bangsa. Ini saatnya kita mengonkretkan sembah bakti kita, yakni Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater,”
ujarnya lagi. Rakernas kali ini juga menjadi malam yang spesial, karena menandai dimulainya periode kepengurusan baru IA-ITB untuk 2025-2029. Di sela-sela pembahasan program kerja, konsolidasi kelembagaan pun berjalan.
Di sisi lain, Ilma juga menyelipkan gagasan pribadinya. Ia bicara soal semangat juang GIN2 yang menurutnya perlu dimiliki setiap Insan Ganesha. Apa itu GIN2? Ini akronim dari Gerakan Inovator Nasional 2045.
“Basic spirit dari ITB itu sederhana, yaitu inovasi. Sejak di kampus, kita selalu dibekalkan untuk menciptakan inovasi, baik di bidang teknologi, sains, maupun seni. Saatnya semangat juang ini kita bentuk menjadi sebuah gerakan bersama,”
jelasnya. Gagasan ini, baginya, tidak boleh mengendap di internal IA-ITB saja.
Harapannya lebih besar. Ia ingin gerakan ini jadi pemantik, menginspirasi alumni dari berbagai kampus lain untuk turut membangun inovasi bagi negeri. Tujuannya jelas: menyambut Indonesia Emas 2045 dengan solusi-solusi nyata.
“Ini bukan sekadar jargon. Ini adalah semangat gerakan yang fokus berinovasi untuk bangsa, dengan tujuan yang jelas, yaitu masa keemasan Indonesia di tahun 2045,”
pungkas Ilma. Semangat itu, ia yakini, harus segera bergulir dari sekarang.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu