Di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam itu, suasana pleno terasa tegang. Dari rapat itulah kemudian muncul nama KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU, menggantikan posisi Yahya Cholil Staquf. Penetapan ini diharapkan bisa menjadi titik terang.
Usai pengumuman, Zulfa Mustofa langsung merendah. Di hadapan para tokoh yang hadir, ia menegaskan posisinya yang sederhana.
"Saya bukan siapa-siapa," ujarnya dengan nada rendah hati.
"Saya ini santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU. Tentu juga santri kiai-kiai pesantren besar yang malam ini tidak bisa hadir."
Tak hanya menyebut hubungannya dengan Kh Miftachul Akhyar, Zulfa juga membuka fakta lain tentang garis keluarganya. Ia menyebut dirinya adalah keponakan dari KH Ma'ruf Amin, yang tak lain adalah Wakil Presiden ke-11 dan ke-13 Indonesia.
"Tidak perlu disebut sebenarnya, tapi saya pasti bukan cuma santri. Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Dan saya sudah minta restu beliau," pungkasnya tegas.
Harapannya jelas. Ia berharap langkah ini bisa mengakhiri berbagai ketidakpastian yang sempat menggayuti organisasi Islam terbesar di tanah air itu.
"Saya berharap dengan ditunjuknya saya dalam forum pleno ini sebagai Pejabat Ketua Umum, ketidakpastian itu selesai. Kita lihat di sini hadir semua tokoh-tokoh besar," katanya, mencoba menegaskan kembali legitimasi dari keputusannya.
Artikel Terkait
Kajati Sulsel Setujui Penghentian Penuntutan Anggota Polri Terduga Pelaku KDRT Lewat Keadilan Restoratif
Pistons Kalahkan Cavaliers 111-101 di Game 1 Semifinal Wilayah Timur, Cunningham Cetak 32 Poin
Kisah Ibu di Bone yang Tak Pernah Lelah Berdoa, Kini Anaknya Jadi Menteri Sukseskan Swasembada Beras
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala