Hari Guru Nasional tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda oleh Polres Kepulauan Meranti. Mereka tak cuma memberi penghormatan, tapi juga turun langsung menggelar aksi hijau di sejumlah sekolah. Ini adalah bagian dari program Green Policing yang sedang digencarkan.
Dua lokasi jadi sasaran utama. Di SDN 24 Selatpanjang Kota, misalnya, suasana tampak riuh. Aipda Solehudin dan Brigadir Ade Fadli, dua Bhabinkamtibmas, tak cuma berceramah. Mereka mengajak anak-anak terlibat langsung dalam edukasi lingkungan yang interaktif. Acara kemudian ditutup dengan menanam bibit mangga di halaman sekolah. Suasana ceria dan penuh tawa mendominasi.
Sementara itu, di SMP Negeri 4 Rangsang, kegiatan serupa berlangsung dengan semangat yang sama. Bripka J M Pajaitan, didampingi Koptu Masra dari TNI, tak hanya bicara soal lingkungan di sekolah. Mereka membahas bagaimana kepedulian itu harus dimulai dari rumah sendiri, lalu merambat ke lingkungan yang lebih luas. Tak lupa, bibit mangga juga menemukan rumah barunya di tanah sekolah.
Menurut Aipda Solehudin, pendekatan ini bukan sekadar simbolis.
Green Policing, katanya, adalah cara strategis dan manusiawi untuk menjaga ketertiban. Juga upaya agar polisi bisa adaptif dengan tantangan zaman, termasuk krisis lingkungan.
Namun begitu, aksi mereka tak berhenti di daratan. Di Parit Besar, Desa Kedabu Rapat, Rangsang Pesisir, pemandangan lain terlihat. Puluhan orang terlibat dalam bakti sosial dan penanaman mangrove. Kegiatan ini sekaligus memperingati tiga momen penting: HUT PGRI ke-80, Hari Guru Nasional, dan Hari Pohon Sedunia.
Ipda Dongan Manalu, Wakapolsek Rangsang, yang hadir mewakili Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, menyampaikan bahwa sebanyak 100 bibit mangrove berhasil ditanam.
"Penanaman Pohon Mangrove bertujuan untuk menjaga lingkungan pesisir dan mendukung gerakan Nasional penghijauan," ujarnya.
Dengan menyelenggarakan dua jenis kegiatan ini – edukasi dan penanaman pohon buah di sekolah, plus konservasi mangrove di pesisir – Polres Meranti ingin pesannya jelas. Mereka serius. Komitmen untuk melindungi ekosistem secara utuh dan menanamkan kesadaran lingkungan, terutama pada generasi muda, bukanlah proyek satu hari. Ini kerja jangka panjang.
Artikel Terkait
IMIP Bangun Drainase 8,2 Km di Jalur Trans Sulawesi, Target Rampung 2026
Anggota DPRD Serang Usulkan Puskesmas Terapung untuk Pulau Tunda dan Panjang
Mahasiswi Universitas Budi Luhur Laporkan Dosen ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Panggil Sejumlah Kepala Dinas Cilacap Terkait Kasus Pemerasan Bupati