TNI Kerahkan 33 Ribu Personel, Bantuan Diteroboskan dari Udara hingga Jalan Kaki

- Rabu, 10 Desember 2025 | 08:00 WIB
TNI Kerahkan 33 Ribu Personel, Bantuan Diteroboskan dari Udara hingga Jalan Kaki

Bantuan Tanpa Henti: Dari Udara, Laut, Hingga Langkah Kaki Menembus Daerah Terpencil

Laporan langsung dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025). Di hadapan media, Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, memaparkan perkembangan terkini operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia didampingi sejumlah perwira dari berbagai matra, menunjukkan koordinasi yang solid dalam situasi darurat ini.

Angkanya cukup besar. Hingga saat ini, TNI sudah mengerahkan tidak kurang dari 33.808 personel. Mereka berasal dari seluruh cabang, baik yang bertugas di wilayah bencana maupun dari markas besar. Fokusnya satu: mempercepat penanganan darurat di semua titik terdampak secepat mungkin.

Menurut Osmar, distribusi bantuan memanfaatkan semua alat yang ada. Tidak tanggung-tanggung.

“Apabila situasi taktis dan teknis mengharuskan pasukan berjalan kaki untuk menembus wilayah sulit, maka itu yang kita lakukan,”

tegasnya. Jadi, mulai dari pesawat jenis apapun, kapal perang (KRI, ADRI), truk, sampai prajurit yang berjalan kaki semuanya dikerahkan. Tujuannya jelas: menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi parah.

Di sisi lain, soal logistik dan dapur umum juga tak kalah penting. Sudah ada 40 dapur lapangan yang beroperasi di tiga provinsi. Pengelolaannya ditangani langsung oleh unit logistik daerah setempat, memastikan ada makanan siap santap bagi pengungsi maupun warga yang memilih bertahan di rumah.

Lalu, soal infrastruktur. Hingga hari ini, TNI melaporkan telah membangun delapan jembatan darurat. Untuk antisipasi kebutuhan mendatang, peralatan jembatan bailey bahkan sudah dikirim dari Tanjung Priok sejak tanggal 5 Desember lalu.

Aspek kesehatan pun mendapat perhatian serius. Saat ini, ada 49 posko kesehatan yang aktif melayani korban. Bahkan, dua KRI disiagakan khusus sebagai kapal kesehatan, memberikan layanan medis sekaligus dukungan psikologis. Tim trauma healing sudah turun ke pengungsian, khususnya untuk mendampingi anak-anak. Dukungan tambahan dari tenaga medis Puskes TNI dan Puskesad juga akan segera dikirim untuk memperluas jangkauan.

Intinya, melalui segala upaya ini pengerahan personel besar-besaran, distribusi bantuan multi-cara, penyediaan logistik, perbaikan infrastruktur, hingga layanan kesehatan TNI ingin menegaskan komitmennya. Mereka berusaha hadir di garis depan, membantu masyarakat yang terdampak bencana. Harapannya, semua langkah ini bisa mempercepat pemulihan dan memberikan rasa aman yang lebih baik bagi warga.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar